NIPAH, METRO
Menjelang lebaran, biasanya di jalanan kota Padang ditemui ramai pedagang uang yang menjual uang pecahan kecil. Aktivitas ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat jelang masuknya Hari Raya Idul Fitri.
Uang tersebut biasanya dimanfaatkan untuk membagi-bagikan rezeki untuk anak-anak dan sanak famili. Namun ditengah wabah Covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hanya ditemui satu orang penjaja uang pecahan kecil yaitu di Jalan Nipah, Kecamatan Padang Barat.
Neng (38), seorang penjual uang pecahan kecil mengatakan, tahun ini tidak ada mendapat layanan penukaran uang di Bank Indonesia. “Saya sudah coba menanyai ke BI tidak ada layanan untuk penukaran uang. Jadi saya jual ini merupakan stok tahun lalu yang saya simpan dikarenakan saya tidak bisa jualan karena hamil, ada stok sekitar Rp5 jutaan,” katanya kepada POSMETRO.
Warga Jundul Rawang itu menambahkan, dirinya telah dua hari berjualan, baru hari ini ‘pecah telor’. “Saya sudah dua hari berjualan, baru hari sekarang pecah telor, sepi sangat orang yang membeli,” katanya.
Ia menuturkan, untuk pecahan dua ribu rupiah dengan total Rp 200 ribu per ikat dijual Rp220 ribu. Sedangkan pecahan Rp 5 ribu total Rp 500 ribu diambil keuntungan Rp. 40 ribu.
Sementara, salah pembeli Aril (39) mengaku susah menemui orang yang menjual orang pecahan kecil saat Covid-19 ini. “Sudah mutar-mutar yang biasanya mangkal banyak di Jalan Diponegoro dan seputaran Jalan Bundo Kanduang. Alhamdulillah ketemu juga satu orang penjual uang. Uang ini akan saya bagikan di hari raya untuk anak, kemenakan dan tetangga, sudah menjadi tradisi walaupun tidak banyak yang penting ada,” tukasnya. (cr1)





