METRO PADANG

29 Mei, Padang Ditarget Bebas Covid-19

0
×

29 Mei, Padang Ditarget Bebas Covid-19

Sebarkan artikel ini

PONDOK, METRO
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah menargetkan 29 Mei nanti, Kota Padang bebas virus corona (Covid-19). Untuk mewujudkannya, berbagai upaya menekan penyebaran Covid-19 telah dilakukan.

“Penyebaran Covid-19 ini sudah bisa kita tekan di Kota Padang. Dari 17 cluster penyebaran Covid-19, sudah kita putus 10 cluster. Yang tinggal sekarang tujuh cluster. Salah satunya, cluster Pasar Raya,” ujar Mahyeldi saat menghadiri kegiatan Donor Darah Ramadhan yang dilaksanakan Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Padang, Minggu (10/5) di Gedung HBT Kota Padang.

Untuk menghentikan penyebaran Covid-19 melalui cluster Pasar Raya ini, Pemko Padang menutup kawasan Pasar Raya, mulai Senin (11/5). Setelah penutupan ini, seluruh pedagang yang ada di Pasar Raya dilakukan tes swab secara massal.

“Seluruh pedagang kita tes swab. Bagi yang tidak mau, tokonya kita tutup. Bagi yang ikut tes swab, jika hasilnya positif, orangnya langsung kita isolasi. Tes swab ini tidak sakit, tapi banyak yang menakut-nakuti,” tegas Mahyeldi.

Selain menutup Pasar Raya dan melakukan tes swab bagi pedagang, Pemko Padang juga akan menghijaukan seluruh kelurahan yang zona merah Covid-19. Saat ini, terdapat 53 kelurahan yang zona hijau Covid-19 dan 51 kelurahan yang berada di zona merah. “Jadi yang kelurahan zona hijau jangan sampai merah. Yang kelurahan zona merah kita hijaukan,” terangnya.

Untuk menghijaukan kelurahan yang zona merah, Pemko Padang siapkan langkah aksi yang melibatkan seluruh lurah dan perangkatnya serta RT dan RW. “Orang yang masuk ke RT-nya tidak boleh keluar. Kalau keluar harus jelas ke mana. Warga harus ikut berperan melindungi warga yang lain,” ujarnya.

Selain penanganan Covid-19 terang Mahyeldi, Pemko Padang juga menyalurkan bantuan 60 ton beras kepada warga yang terdampak Covid-19. Beras yang dibagikan kepada warga nanti, merupakan beras yang dibeli langsung dari warga, bukan bantuan Bulog. Bantuan beras ini dibagikan untuk 14 ribu KK. Juga ada bantuan beras dari Baznas Kota Padang untuk 21 ribu KK.

Selain bantuan beras, Mahyeldi mengakui dirinya baru saja menandatangani bantuan uang tunai untuk 74 ribu KK di Kota Padang. Bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan ini, anggarannya berasal dari APBD Kota Padang. Selain itu, juga ada bantuan uang tunai dari APBD Provinsi Sumbar untuk 13 ribu KK dan bantuan dari APBN untuk 48 ribu KK.

Dengan bantuan yang diberikan ini, Mahyeldi wanti-wanti seluruh lurah di Kota Padang, agar jangan sampai ada warga Kota Padang yang tidak makan. “Jika ada warga yang tidak makan, maka silahkan lapor ke RT dan RW maupun lurah. Dan Lurah harus mengakomodirnya,” tegas Mahyeldi.

Sementara itu, berdasarkan data yang ada di website dinkes.padang.go.id, tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Padang pada Senin (11/5). Jumlah kasus positif masih sama dengan Minggu (10/5) yaitu 177 orang. Jumlah yang sembuh 40 orang, meninggal 14 orang, negatif 60 orang dan menunggu hasil 38 orang. (fan)