METRO SUMBAR

Pemda Tetapkan Status Tanggap Darurat, 18 Ton Beras dan Bantuan Kemanusian sudah Sampai

0
×

Pemda Tetapkan Status Tanggap Darurat, 18 Ton Beras dan Bantuan Kemanusian sudah Sampai

Sebarkan artikel ini

MENTAWAI, METRO
Penanganan banjir di wilayah Siberut, Pemerintah Daerah telah menetapkan status tanggap darurat banjir di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Untuk itu, malam ini akan berangkat KMP Bakkat Menuang dan KLM Nade dengan tujuan Siberut Barat Daya, Siberut Selatan, Siberut Tengah, dan Siberut Utara dengan membawa 18 ton beras utk korban banjir di wilayah Siberut.

Sebanyak 18 ton beras yang akan di disalurkan kepada warga yang terdampak dari banjir besar di Kecamatan Siberut Utara dan Siberut Tengah uangkap Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake, kepada awak media, Minggu (3/5).

“Bukan hanya beras saja namun gula ,kopi ,dan jenis sembako lainnya akan kita serahkan pada saat kapal merapat didermaga pokai sekaligus pembagian masker secara gratis terhadap warga ditempat itu . Sebanyak 15 ribu pcs masker yang sudah di bungkus rapi untuk disalurkan secara bersamaan dengan sembako yang sudah disediakan selebihnya oleh Pihak Kecamatan Siberut Utara,” sebut Kortanius Sabeleake.

Wakil bupati Mentawai, Kortanius berharap penyaluran bantuan sembako dapat berjalan lancar juga cuaca baik sehingga kapal dapat berlayar hingga sampai tujuan dengan selamat .

Sementara itu Kalaksa BPBD Novriadi, menyebutkan wilayah Siberut Utara yang paling terkena dampak banjir kemaren malam sehingga daerah tersebut ditetapkan menjadi status tanggap darurat bencana banjir .

Tohap Martua Nababan Sekretaris Dinas Perhubungan menambahkan, untuk perakiran cuaca berdasarkan info dari BMKG masih merah itu berarti masih dalam situasi siaga  tanggap darurat banjir sehingga persiapan masih tetap dilakukan .

“Terkait persiapan kita sudah stanbykan dua KM untuk mengangkut sembako bagi warga terdampak banjir di Siberut Utara dan Siberut Selatan pada malam harinya “ucapnya.

Untuk diketahui bahwa seharusnya kapal ini bertolak dari tuapejat ke wilayah Siberut pada hari Sabtu 2 Mei 2020, tetapi karena cuaca ektrim dan gelombang tinggi menerpa perairan Mentawai, maka baru bisa diberangkatkan malam ini pada pukul 21.00 WIB. Semoga sampai di tujuan dengan selamat uangkapnya. “Mudah-mudahan saudara-saudari kita yang saat ini sedang dilanda banjir akan segera pulih dan kembali beraktivitas seperti semula,” ujarnya. (s)