METRO PADANG

1.100 Pedagang Pasar akan Jalani Tes Swab

0
×

1.100 Pedagang Pasar akan Jalani Tes Swab

Sebarkan artikel ini

PASAR RAYA, METRO
Dinas Perdagangan Kota Padang akan mendata sebanyak 1.000 pedagang yang akan dilakukan tes swab dalam minggu ini. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi adanya interaksi dengan pedagang lain yang telah terpapar Covid-19. Sebelumnya, sebanyak 39 pedagang Pasar Raya Padang positif Covid-19.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal mengatakan, dengan dilaksanakan tes swab, maka Pasar Raya di Fase I sampai VII kembali ditutup. Dalam artian dicek kesehatan pedagang, apakah terpapar Covid-19 atau tidak setelah terjadi penambahan jumlah positif dari klaster Pasar Raya Padang.

Endrizal menambahkan, rencana Fase I sampai VII akan ditutup pada 6- 9 Mei mendatang. Penutupan atau seiring dengan swab terhadap pedagang. Bagi yang sudah dinyatakan negatif dibolehkan kembali berjualan.

“Sederhana, orang yang berdagang di sana orang yang bebas dari virus. Seiring dengan ini kawasan ini juga akan dilakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh.

Disamping itu, untuk pedagang sembako kita masih belum bisa menutup karena menimbang apabila ditutup akan terjadi kenaikan atau lonjakan harga,” ujar Endrizal, Senin (4/5).

Endrizal menyebutkan, sosialisasi penutupan dan pemeriksaan tes swab kepada pedagang telah mulai dilakukan mulai Senin (4/5) hingga Rabu (6/5). Langkah ini diambil demi kepentingan bersama agar penyebaran virus corona di Pasar Raya tidak meluas.

“Jadi sekitar 1.000 pedagang tes swab. Kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan, maksimal 200 orang setiap hari (tes swab). Paling lama hasilnya 5 hari sudah keluar,” tukasnya.

Endrizal mengungkapkan apabila terdapat yang positif, nantinya Dinas Kesehatan yang mengatur dalam hal mencari rumah sakit atau lokasi karantina. “Sudah kami duga sekarang, di sekitar itu Fase I dan VII bakalan ada kontak dengan pasien positif. Kami hanya mengantisipasi, biarlah sedikit repot beberapa minggu ini agar terkhusus dalam menangani ini,” ungkap Endrizal.

Di sisi lain, Endrizal menambahkan, untuk Pasar Bandar Buat terdapat satu orang terpapar Covid-19. “ Untuk di Pasar Bandar Buat, pedagang yang terpapar satu orang.

Kemungkinan yang positif itu terintegrasi dengan banyak orang. Untuk itu akan dilakukan juga tes swab kepada 100 orang pedagang,” ujarnya.

Ia menuturkan, apabila dalam proses tes swab, pedagang dilarang berjualan. Selain itu, Disdag telah melakukan sosialisasi ke pasar-pasar satelit di Kota Padang dengan cara wajib memakai masker.

“Kita melakukan pengawasan di pasar sebagai antisipasi Covid-19, seperti wajib memakai masker. Apabila pedagang atau pengunjung tidak memakai masker, dilarang untuk masuk pasar,” tegasnya.

Sementara itu, Ida (34), salah satu pedagang pakaian yang berdagang di Fase III Pasar Raya Padang mengatakan, sejak Covid-19, jual belinya hancur-hancuran dan ada tidak ‘pacah talua’ sama sekali. “Sudah tidak ada yang belanja. Ditambah adanya berita orang terpapar Covid-19 di Pasar Raya, pembeli semakin takut belanja ke pasar,” keluhnya.

Wanita berhijab itu menambahkan, sampai saat ini belum mendapat sosialisasi akan ditutupnya Pasar Raya usai adanya penambahan pedagang yang positif Covid-19 di klaster Pasar Raya.

“ Kita belum dapat informasi juga akan dilakukan tes swab kepada pedagang. Kita harapkan pemerintah berupaya memutus mata rantai di Pasar Raya ini. Agar pembeli tidak ragu berbelanja, biasanya dekat mau lebaran ini jual beli jutaan rupiah perhari. Tapi saat ini untuk biaya sehari-hari saja sangat susah,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pasar Raya Padang menjadi klaster transmisi lokal penyebaran virus corona terbanyak di Kota Padang. Dari 39 pedagang dinyatakan positif Covid-19, tiga di antaranya meninggal dunia.

Untuk diketahui, Pasar Raya Padang terdiri beberapa kawasan. Selain Fase I sampai VII yang terdiri pedagang konveksi, di luar itu juga ada wilayah yang dinamakan Blok I sampai IV, Bagonjonjong serta pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sandang Pangan yang mencapai 2.500 pedagang.

Kemudian, kawasan Pasar Raya Barat terdiri dari Fase I sampai VII, (Padang Teater, Matahari lama). Selanjutnya ditambah Blok A (Kopas Plaza, Merlin, Rajawali serta IWAPI). Kawasan pedagang lainnya terdapat di Jalan Permindo serta kawasan sepanjang Jalan M Yamin, hingga Atom Center. (cr1)