SOLOK, METRO
Penutupan Pasar Raya Solok selama dua hari bertujuan untuk melakukan sterilisasi guna memutus penyebaran virus corona. Selama penutupan aktivitas pasar tersebut, petugas tampak melakukan penyemprotan cairan kimia atau disinfektan disetiap sudut pusat perekonomian wrga Kota Solok dan sekitarnya itu.
“Pemerintah Kota Solok telah melakukan penutupan secara total aktivitas pasar selama dua hari. Penutupan aktivitas Pasar Raya Solok selama dua hari terhitung, Sabtu (2/5) hari ini hingga Minggu (3/5) kemarin, itu sebagai langkah antisipasi penularan virus corona dikawasan Pasar Raya Solok,” ujar Wakil Wali Kota Solok Reinier.
Kawasan Pasar Raya Solok menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat setiap harinya. Meski petugas melakukan pengawasan terhadap aktifitas warga di pasar dengan menghimbau pengunjung tetap memakai masker dan menjaga jarak, namun langkah antisipasi tetap dilakukan. Apalagi adanya kejadian salah seorang pengunjung pasar yang tiba tiba pingsan saat berbelanja beberapa waktu lalu.
Untuk langkah antisipasi dan menghindari kekhawatiran warga, lanjut Reinier, Pemko Solok memutuskan untuk melakukan tindakan penyemprotan cairan disinfektan diseluruh kawasan Pasar Raya Solok. Meski Pasar Raya Solok harus ditutup dan tidak ada aktifitas jual beli selama dua hari kemarin.
Langkah lain yang diambil Pemko Solok, lanjutnya dengan memindahkan sejumlah pedagang yang berjualan di sekitar jalan lingkar kawasan Pasar Raya Solok ke pasar baru yang berada samping terminal regional Kota Solok. Dan untuk jalan lingkar kawasan Pasar Raya Solok akan ditutup dan tidak diperbolehkan pedagang untuk berjualan disana.
Untuk mendukung penutupan jalur lingkar Pasar Raya Solok, sejumlah personil gabungan pun diturunkan untuk menjaga kawasan tersebut dari aktifitas pedagang dan pengunjung. Langkah penutupan jalur lingkar kawasan Pasar Raya Solok untuk selanjutnya merupakan upaya Pemko menimalisir penularan virus corona.
Sebab selama ini kawasan jalan lingkar pasar raya solok cukup padat dengan aktifitas pedagang dan pembeli. Karena dikawasan ini padat, lanjut Reinier kemungkinan sangat rawan dalam penularan virus corona.
“Para pedagang yang berjualan disepanjang kawasan jalan lingkar pasar raya solok sengaja dipindahkan ke pasar yang baru disamping terminal. Saya harap pedagang dan semua pihak dapat mendukung kebijakan Pemko ini,” ujarnya. (vko)





