METRO SUMBAR

Pasutri Huni Bekas Kandang Kambing

0
×

Pasutri Huni Bekas Kandang Kambing

Sebarkan artikel ini

PDG. PARIAMAN, METRO
Gawat…., Saat zaman maju seperti ini. Ternyata di Sumbar ada warga tidur di tempat tak layak. Sungguh mengenaskan. Nasib inilah yang dijalani oleh pasangan suami istri Dirman dan Delmiwati asal Nagari Sikucur Timur, Kabuapaten Padangpariaman. Tak pernah terbayangkan oleh Delmiwati, ia harus menempati bekas kandang kambing sebagai rumah. Ini terjadi di kawasan Nagari Sikucur Timur, Kabupaten Padangpariaman.

Dari jalan beraspal di Nagari Sikucur Timur itu, tampak rumah Delmiwati diantara perbukitan dan hamparan sawah ladang. Rumah nya terpencil, untuk menemuinya harus melewati pematang sawah.

Saat ditemui, rumah itu masih tampak serupa kandang kambing, apalagi masih ada tinja kambing berserakan di sekitarnya.

Dari pintu rumah tersebut muncul dua gadis kecil kembar dengan tatapan polos. Saat ditanyai tentang orang tuanya, si kembar itu serempak berlari ke dalam rumah dan memanggil Delmiwati. “Saya Delmiwati dan suami saya namanya Dirman. Kami tinggal di sini numpang pada orang. Rumah ini sebelumnya kandang kambing,” ungkap Delmiwati yang kerap dipanggil Del.

Sembari berkata itu, anak kembarnya tampak menarik dan bergelantungan di tangan Del, seperti sedang keranjingan pada ibu mereka.

Del menuturkan, semenjak menghuni bekas kandang kambing tersebut, dua putri kembarnya itulah yang menemani dirinya setiap hari. “Sementara suami harus cari uang dari pagi hingga sore untuk makan kami,” kata Del.

Dia juga mempersilahkan POSMETRO masuk ke dalam rumah namun hal itu tidak terjadi. Bukan karena tidak mau, melainkan karena sulitnya untuk mengetahui di bagian mana lantai rumahnya yang tidak lapuk, untuk dipijak. Salah pijakan nanti lantai jadi ambruk.

Baca Juga  Demi Percepatan Penanggulangan Pandemi Covid-19, Lantamal II Padang Gelar Pelatihan

“Ya gimana lagi, ini lantai rumah masih bekas lantai kadang kambing. Posisi lantai tak rata karena terbuat dari batang pinang yang dibelah dan sudah lapuk,” sebut Del.

Obrolan tentang perjalanan hidup Del beserta 4 orang anaknya masih berlanjut sembari berdiri saja di halaman depan rumah itu. “Suami sedang ke ladang orang, pulangnya nantik sore. Sedangkan dua anak saya yang masih sekolah SD sedang di luar, mengerjakan tugas sekolah,” kata Del.

Lebih lanjut dikatakannya, dia tinggal di rumah bekas kandang kambing itu hampir satu tahun, sebelumnya Del dan suaminya masih tinggal di kawasan tersebut. Perempuan bertubuh kurus itu juga menuturkan kisah hidupnya yang berawal dari pernikahan dengan suaminya, Dirman.

“Kami berasal dari Bukitinggi. Di sini (Sikucur Timur) adalah kampung ayah saya. Setelah menikah saya langsung ke sini. Selama di sini belum punya tanah ataupun rumah sendiri. Terpaksa numpang dan menghuni rumah yang sedang tidak dihuni pemiliknya,” jelas Del.

Rumah yang sekarang, jelas Del lagi, adalah rumah kali ke tiganya yang ia huni. “Rumah yang sebelumnya, orangnya sudah pulang dan ingin menghuni kembali, terpaksa kami pindah ke sini lantaran cuma ini yang masih kosong meskipun bekas kandang kambing,” ungkap Del.

Baca Juga  Diduga Ada Monopoli Pengangkutan Barang, 100 Ton Barang Pedagangan Pengumpul Menumpuk di Mentawai

Untuk pendapatan keluarganya, Del cuma berharap pada suaminya yang kerja serabutan. “Kadang pulang bawa uang, kadang tidak,” kata Del.

Dia pun tidak bisa berbuat banyak, kata Del, lantaran siang dan malam harus mempersiapkan kebutuhan 4 orang anak dan satu suaminya. “Kalau dibilang susah, ya susahlah. Namun tetap bersyukur dan bekerja sekuat tenaga,” sebut Del.

Del mengaku, selama ini dia belum tersentuh bantuan pemerintah, baik sebagai penerima PKH atau bantuan lainnya. Kendatipun berharap adanya bantuan dia dan suaminya masih saja tetap gigih berjuang sekuat tenaga demi anak-anak mereka.

Dikesempatan yang sama, seorang tokoh masyarakat dan Sekretaris Nagari Sikucur Timur datang menuju tempat Del. Mereka bermaksud menyalurkan sembako kepada Del.

Kepada POSMETRO, Sekretaris Nagari yang bernama Hendra Putra menuturkan, kedatangan mereka ingin menyalurkan bantuan sembako. “Iya, kami menyalurkan bantuan sembako pada Del. Sembako ini dari seorang tokoh masyarakat di sini bernama Dedi Salim,” sebut Sekretaris Nagari itu.

Dikatakannya juga, Del memang belum pernah terdata sebagai warga yang akan menerima bantuan dari nagari. “Iya, setelah kami cek, keluarga Del belum termasuk ke dalam data yang akan diberi bantuan. Nah hal ini terjadi lantaran selama ini mereka tinggal berpindah-pindah. Maka sulit untuk didata,” kata Hendra.

Kendatipun demikian, Hendra juga mengatakan, pihaknya berjanji kalau Del segera mendapat bantuan dari Nagari yang diambil dari bantuan COVID-19. (z)