METRO PESISIR

Dampak PSBB, Ekonomi Warga Menurun   

0
×

Dampak PSBB, Ekonomi Warga Menurun   

Sebarkan artikel ini

PDGPARIAMAN, METRO
Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat corona virus desease 2019 (covid-19). “Sejak PSBB diberlakukan mulai 22 April lalu. Dampak nyata yang dirasakan masyarakat berekonomi lemah adalah kesulitan memperoleh bahan pangan akibat ketiadaan sumber pendapatan,” kata Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni, kemarin.

 Dalam hal ini katanya, mereka mengandalkan usaha dan penghasilan harian. Jika tidak berusaha mereka tidak menerima upah ataupun uang jasa.

Katanya, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Jonpriadi selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyediakan anggaran untuk membantu warga yang terkena dampak covid-19.

Anggaran dimaksud, lanjut Ali Mukhni, diperoleh dengan cara melakukan penggeseran anggaran semua organisasi perangkat daerah (OPD), tak terkecuali anggaran operasional bupati dan wakil bupati.

Baca Juga  Wako jadi Narasumber FGD Pariwisata

”Saya kira jumlahnya mencapai Rp 75 miliar. Untuk data pastinya, silahkan Bung hubungi Sekdakab Jonpriadi,” ujarnya.

Didesak supaya segera merealisasikan penyaluran bantuan dimaksud, Ali Mukhni menyatakan akan memanggil Sekdakab Jonpriadi, Senin (27/4/2020) untuk melaksanakannya.

Meski demikian, katanya lagi, Pemkab Padangpariaman bukan belum pernah memberikan bantuan sams sekali kepada masyarakat terdampak covid-19. Pekan lalu, melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), pemkab sudah mendistribusikan bantuan 220 ton 160 kg beras untuk masyarakat terdampak covid-19 di 103 nagari pada 17 kecamatan.

Beras tersebut bersumber dari bantuan cadangan Kementerian Sosial RI 100 ton, bantuan cadangan Kementerian Pertanian RI 7 ton dan selebihnya 113 ton 160 kg dari APBD Padangpariaman.

Baca Juga  Butuh Kerja Sama Semua Pihak, Kapolres Sebut Kasus Narkoba Setiap Tahun Meningkat

”Selain itu, kita juga sudah membantu 340 orang ulama (20 orang / kecamatan) serta 412 warga miskin — masing-masing Rp500 ribu — dengan dana bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumbar dan Kabupaten Padangpariaman,” ulasnya.

Tidak itu saja. Menurut Ali Mukhni, pihaknya pun sudah mengusahakan, menerima dan menyalurkan banyak bantuan dari dunia usaha dan perantau. Belum lagi bantuan yang dihimpun  dan disalurkan oleh organisasi atau kelompok-kelompok aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padangpariaman. (efa)