METRO PADANG

Hidup Susah, Warga Terancam Kelaparan, Andre Rosiade Kirimkan Bantuan Uang Tunai

0
×

Hidup Susah, Warga Terancam Kelaparan, Andre Rosiade Kirimkan Bantuan Uang Tunai

Sebarkan artikel ini

LUBUKBUAYA, METRO
Wabah Covid-19 ditambah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Sumbar membuat banyak warga kehilangan pekerjaan. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun susah. Ancaman kelaparan sedang mengintai, apalagi kalau bantuan langsung tak juga turun. Sejumlah warga mencari cara untuk mendapatkan bantuan, salah satunya berkomunikasi dengan wakil rakyat.

Hal itulah yang dilakukan Fitri (50), ketua RT 3 RW 7 Kelurahan Banuaran, Kecamatan Lubukbegalung. Dia mendapati seorang warganya, YP (26) tak mampu lagi mengisi perutnya, serta dua anaknya. Suaminya yang sopir travel, tak lagi bekerja, karena banyak trayek angkutan yang tak beroperasi lagi.

“Kami agak telat juga dapat informasinya, warga kami itu sudah kurus. Bahkan, satu anaknya terpaksa diungsikan ke rumah kakaknya. Alhamdulillah, kemarin ada bantuan beras Pak Andre Rosiade dari DPR RI. Sekarang ditambah uang tunai yang bisa dimanfaatkan sampai dua bulan ke depan untuk membeli sembako,” kata Fitri saat dikunjungi Tim Andre Rosiade Center, kemarin.

Bantuan langsung diterima orang tua YP, Dir (68) yang mengaku sempat ragu dengan kondisi kesehatan anaknya yang sudah kurus. “Saya baru datang dari Pulaupunjung, Dharmasraya, mendengar kabar anak sakit. Sempat terpikir kalau-kalau kena corona, tapi Alhamdulillah sudah baikan. Terima kasih Pak Andre yang telah membantu kami untuk bertahan di tengah ancaman penyakit ini,” katanya.

Di Bandabuek, Lubukkilangan, keluarga Man (63) juga mengaturkan terima kasih atas bantuan uang tunai Rp1 juta yang diberikan Andre kepada mereka. Dia yang tinggal bersama istri, Nita (52) dan mertuanya Zainal (84), sangat terpukul dengan wabah Covid-19. Sang suami yang biasa menjadi sopir truk, kini tak bisa bekerja lagi. Selain sudah tua, angkutan barang juga tak begitu lancar saat ini.

“Biasanya kami juga punya tambahan dengan menyewakan tanaman untuk hiasan pesta perkawinan. Tapi saat ini, tak ada orang baralek, entah dengan apa kami bisa makan. Anak-anak masih ada sama kami di sini. Alhamdulillah, dapat bantuan Pak Andre dari DPR RI. Bisalah kami bertahan sampai Lebaran ini,” kata Nita yang tinggal di rumah kayu kecil yang dikelilingi tanaman bunga untuk penghias pentas dan tenda pesta.

Di Mega Permai V, Lubukbuaya, Kototangah, Fatma (53) yang akrab disapa Uncu Nenen juga harus menghadapi kenyataan perih. Di tengah sakit kanker payudara yang dihadapinya, anaknya yang menjadi tulang punggung keluarga, Putu (14), juta tak bekerja lagi. Biasanya, sejak ditinggal mati suaminya beberapa waktu lalu, Putu yang menjadi pencari nafkah. Menjadi tukang parkir di depan toko kue di Jalan A Yani, Padang.

“Sejak corona, toko tak buka, orang juga tak ada lagi yang parkir. Kasihan anak saya itu, sudah sekolah berhenti, jadi tukang parkir juga sulit. Sekarang, kami benar-benar susah, anak saya ada 4 lagi yang butuh makan. Alhamdulillah, Pak Andre datang membantu kami. Saya bisa membeli sembako agak banyak dan nembeli obat rutin,” kata Fatma yang tinggal menumpang di rumah kakaknya.

Katanya, rumah kakaknya juga akan dijual, karena tidak ada lagi untuk biaya hidup dan sekolah anak. “Dulu saya tinggal di Jalan Karet, Purus, tapi rumah sudah dijual pula. Kalau rumah yang dihuni sekarang terjual, tentu kami akan pulang kampung ke Padangpariaman. Sekali lagi, terima kasih Pak Andre. Di lingkungan ini juga masih banyak warga yang kesulitan makan, semoga Pak Andre bisa bantu juga,” katanya.

Meski Andre berada di Jakarta, bantuan uang tunai itu langsung diberikan Tim AR Center seperti Edward Azwar, Rudi Syafriadi dan Armaigus Nazar. “Kami diminta Bang Andre Rosiade untuk menyampaikan bantuan ini, agar mereka bisa bertahan di tengah pandemi ini. Masing-masing mendapatkan Rp1 juta, untuk mereka belikan sembako dan keperluan lain,” kata Rudi Syafriadi.

Dihubungi terpisah, Andre Rosiade mengaku dikontak sejumlah orang yang menyebutkan, banyak warga Padang dan Sumbar umumnya yang terdampak pandemi Covid-19, ditambah PSBB Sumbar. Bantuan pemerintah juga belum cair. Namun, karena keterbatasan, dia membantu yang benar-benar perlu dan akan menjadi bahaya kalau tidak segera dibantu.

“Kami banyak mendapatkan informasi ini. Ada yang dari ketua RT, wartawan, atau langsung ke media sosial kami seperti instagram dan facebook. Ada juga informasi dari lembaga lain. Mungkin sementara hanya itu yang bisa kami bantu,” kata Andre yang sebelumnya juga telah menggelontorkan ribuan sembako dan 20 ton beras untuk masyarakat Sumbar.

Dalam waktu dekat, Andre juga akan mengirimkan puluhan ribu masker, ratusan alat pelindung diri (APD) untuk paramedis, disinfektan chamber untuk barang, wastafel portabel dan juga 10 ribu paket sembako lagi. “Insya Allah, dalam Ramadhan ini semua akan dikirimkan ke Padang,” sebut Andre yang juga memberikan bantuan untuk perantau yang tak bisa beraktivitas karena Covid-19. (r)