BERITA UTAMA

Pengaruh Lingkungan terhadap Penyebaran COVID-19 di Pasar Raya Padang, dr.Elsa Yuniarti, M.Biomed, AIFO-K, Pusat Kajian Lingkungan Hidup Universitas Negeri Padang

0
×

Pengaruh Lingkungan terhadap Penyebaran COVID-19 di Pasar Raya Padang, dr.Elsa Yuniarti, M.Biomed, AIFO-K, Pusat Kajian Lingkungan Hidup Universitas Negeri Padang

Sebarkan artikel ini

Pasar merupakan salah satu media terbesar baik sebagai sumber penyakit maupun sebagai media penyebaran penyakit. Pada tanggal 31 Desember 2020, sebuah penyakit yang didiagnosa sebagai pneumonia dengan agen penyebab yang tidak diketahui dilaporkan terjadi di Cina yang awal dari pasar. Kemunculan agen penyakit baru ini diidentifikasi sementara sebagai 2019-nCov oleh WHO yang berasal dari daerah Wuhan, Cina.

Coronavirus adalah virus RNA dengan ukuran partikel 120-160 nm. Virus ini utamanya menginfeksi hewan, termasuk di antaranya adalah kelelawar dan unta. Sebelum terjadinya wabah COVID-19, ada 6 jenis coronavirus yang dapat menginfeksi manusia, yaitu alphacoronavirus 229E, alphacoronavirus NL63, betacoronavirus OC43, betacoronavirus HKU1, Severe Acute Respiratory Illness Coronavirus (SARS-CoV), dan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). Coronavirus yang menjadi etiologi COVID-19 termasuk dalam genus betacoronavirus. Hasil analisis filogenetik menunjukkan bahwa virus ini masuk dalam subgenus yang sama dengan coronavirus yang menyebabkan wabah Severe Acute Respiratory Illness (SARS) pada 2002-2004 silam, yaitu Sarbecovirus. Atas dasar ini, International Committee on Taxonomy of Viruses mengajukan nama SARS-CoV-2 . Penyakit ini memiliki gejala yang mirip dengan pneumonia, tetapi dengan agen yang berbeda, yakni berupa virus yang saat ini diberi nama COVID-19.

Dalam kondisi saat ini, perkembangan penularan virus ini cukup signifikan karena penyebarannya sudah mendunia dan seluruh negara merasakan dampaknya termasuk Indonesia. Konsdisi saat ini, korban positif virus corona (Covid-19), di Pasar Raya Padang, ditemukan 18 orang terkonfirmasi COVID-19 positif dan 3 di antaranya meninggal dunia. Pemko Padang telah menetapkan Pasar Raya sebagai zona merah penyebaran corona. Wali Kota Padang Mahyeldi Ansarullah mengakui Pasar Raya jadi klaster penyebaran virus corona di wilayahnya. Warga yang terdampak mayoritas pedagang. Pemerintah Kota Padang, menutup aktivitas di Pasar Raya Padang selama lima hari ke depan. Dimulai pada Senin (20//4/2020) hingga Jumat (24/4/2020). Kebijakan itu adalah upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan bersihkan dengan disinfektan semuanya area pasar raya padang selama penutupan lima hari.

Baca Juga  Mau Nyabu, Pemuda Kampung Ditangkap

Penetapan pasar raya sebagai zona merah penyebaran corona tidak terlepas dari beberapa faktor, faktor biotik tidak terlepas dari peranan manusia sebagai makhluk hidup. Saat ini, penyebaran COVID-19 dari manusia ke manusia menjadi sumber transmisi utama sehingga penyebaran menjadi lebih agresif. Transmisi COVID-19 dari pasien simptomatik terjadi melalui droplet yang keluar saat batuk atau bersin. Penularan dapat terjadinya dengan melakukan kontak fisik dengan penderita maupun melalui perantara benda seperti uang, barang dagangan, dan lainnya.. Ada kesulitan-kesulitan dalam tracking di klaster Pasar Raya Padang ini. Karena memang orang yang pergi ke pasar berganti dan berasal dari tempat yang berbeda. Sehingga warga yang pernah kontak dengan pedagang diminta dapat memeriksakan diri ke puskesmas. Sehingga, mata rantai penyebaran virus corona dapat diatasi sesegera mungkin.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor abiotik lingkungan berpengaruh terhadap stabilitas virus. Stabilitas SARS-CoV-2 pada benda mati tidak berbeda jauh dibandingkan SARS-CoV. Eksperimen yang dilakukan van Doremalen, dkk. menunjukkan SARSCoV-2 lebih stabil pada bahan plastik dan stainless steel (>72 jam) dibandingkan tembaga (4 jam) dan kardus (24 jam). Studi lain di Singapura menemukan pencemaran lingkungan yang ekstensif pada kamar dan toilet pasien COVID-19 dengan gejala ringan. Virus dapat dideteksi di gagang pintu, dudukan toilet, tombol lampu, jendela, lemari, hingga kipas ventilasi, namun tidak pada sampel udara .

Kontak erat didefinisikan sebagai individu dengan kontak langsung secara fisik tanpa alat proteksi, berada dalam satu lingkungan (misalnya kantor, kelas, atau rumah), atau bercakap-cakap dalam radius 1 meter dengan pasien dalam pengawasan (kontak erat risiko rendah), probable atau konfirmasi (kontak erat risiko tinggi). Kontak yang dimaksud terjadi dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Baca Juga  Bangun Penjara di Pulau Terpencil untuk Koruptor, DPR Dorong Ditjen PAS Realisasikan Wacana Presiden Prabowo

COVID-19 merupakan penyakit yang baru ditemukan makanya diisitilahkan suatu wabah pandemi dan pengetahuan terkait pencegahannya masih terbatas. Kunci pencegahan meliputi pemutusan rantai penularan dengan isolasi, deteksi dini, dan melakukan proteksi dasar. Dalam kondisi saat ini, pemerintah mengambil kebijakan tetep dirumah atau bekerja dari rumah untuk memutus mata rantai penyebaran. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) di Sumbar. Walikota Padang sejalan juga menerbitkan surat edaran PSBB dalam rangka penanganan dampak COVID-19 di kota Padang mulai terhitung tanggal 22 April sampai dengan 5 Mei 2020.

Namun untuk aktivitas kebutuhan pokok yakni pasar tetap di buka dengan menjaga jarak aman (psysical distancing) dan konsumen yang pergi pasar wajib menggunakan masker dan mencuci tangan pada sarana yang telah disediakan oleh Pemkot Padang. Setelah tanggal 24 April 2020 pasar raya di buka kembali setelah sempat di tutup, sangat di harapkan dengan gotong royong warga Padang mematuhi pedoman PSBB yang telah ditetapkan agar tidak bertambah lagi kasus baru COVID-19 yang berasal dari klaster pasar raya kota Padang. Pemerintah kota padang sudah harus memikirkan bagaimana model perdagangan ekonomi khusus pasar selama masa pandemi ini agar kebutuhan pokok warga padang tetap dapat terpenuhi selama bulan suci Ramadhan ini. Tetap sehat dan berdoa bersama selama Ramadhan ini agar musibah dunia ini dapat teratasi.(**)