BERITA UTAMA

Ditinggal ke Pasar, Rumah di Jalinsum Hangus

0
×

Ditinggal ke Pasar, Rumah di Jalinsum Hangus

Sebarkan artikel ini

Kobaran api menghanguskan rumah yang berada di Jalinsum Jorong Simpang Pogang Kecamatan Pulau Punjung Dharmasraya, satu unit rumah juga terbakar, Minggu (19/6) siang. Api yang membesar diduga berasal dari api tungku yang lupa dipadamkan. Kerugian mencapai Rp200 juta.
DHARMASRAYA, METRO–Di Jalinsum Jorong Simpang Pogang Kecamatan Pulau Punjung Dharmasraya, satu unit rumah juga terbakar, Minggu (19/6) siang. Meski tak ada korban jiwa, namun kerugian dari peristiwa tersebut mencapai Rp200 juta. Untuk memadamkan api, dua unit mobil pemadam kebakaran diturunkan. Bahan bangunan rumah yang terbuat dari kayu, memudahkan api membuat api semakin berkobar.
Ratusan warga yang melintas dijalan rayapun ikut menyaksikan peristiwa tersebut membuat kondisi lalu lintas mengalami kemacetan. Hingga warga turut membantu pihak kepolisian dalam mengatur kemacetan lalu lintas yang terjadi.
Menurut keterangan saksi mata, pertama kali melihat adanya gumpalan asap dari arah dapur rumah. Melihat api yang semakin membesar, sontak membuat kaget warga dan salah satu warga langsung menghubungi pemadam kebakaran. “Rumah sedang terkunci karena tidak ada orang didalamnya,” ucap Andi.
Yannani, penghuni rumah mengaku tidak mengetahui kebakaran yang menimpa rumah huniannya. Saat kebakaran, Yannani bearta anaknya berada dipasar hingga mengetahui kejadian tersebut setelah rumah hangus. “Saya tidak apa yang terjadi, saya datang orang sudah ramai dan kondisi rumah sudah hangus,” ucapnya.
Disebutkannya, saat meninggalkan rumah, dia memastikan tak ada kompor atau sumber api lainnya yang masih hidup. Akibat peristiwa naas itu tak ada harta benda yang bisa diselamatkan, bahkan ijazah dan bukuh nikah anaknya juga hangus terbakar di dalam rumah tersebut.
“Seluruhnya, uang, tabungan anak, televisi, ijazah dan buku nikah anak saya semuanya hangus terbakar, hanya baju yang kami pakai ini yang sisah,” ungkapnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya Wandi menyebutkan, sebanyak 20 orang personil dari dua unit damkar diturunkan dalam pemadaman kebakaran tersebut. “Setelah mengetahui informasi, anggota baik yang piket di kantor maupun yang sedang libur semuanya akan turun, jika mereka mendapatkan informasi,” ungkapnya.
Diakuinya, kekurangan mobil pemadam menjadi kendala bagi pihaknya dilapangan, karena kondisi cuaca yang panas dan hembusan angin serta bahan bangunan rumah yang terbuat dari kayu memudahkan api melahap bangunan.
“Saat ini, mobil pemadam kita ada dua, kalau untuk memaksimalkan kinerja, dua unit itu memang kurang, karna kondisi dilapangan kita tidak tahu seperti apa,” ucapnya. (w)