PDGPARIAMAN, METRO
Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan dalam kondisi wabah covid 19 saat ini telah melanda berbagai aspek kehidupan manusia dalam berbagai lini di daerahnya.
Mulai dari kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan pendidikan. Bahkan menjalan ajaran agama tidak lagi dengan sempurna. “Kita meminta semua masyarakat sabar menghadapinya,” kata Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni, kemarin.
Tak heran katanya, semua lini turun melaksanakan tugas masing-masing dalam membasmi covid 19 ini. Seperti tenaga medis, tni dan polri bersama turun dengan petugas terkait lainnya memberikan sosialisasi covid 19.
Apalagi katanya, saat ini telah diberlakukan Pembatasan Sosisla Berskala Besar (PSBB). Semua aturan dalam PSBB tersebut harus dituruti agar wabah ini tidak semakin meluas.
“Kita beharap Padangpariaman tidak ada lagi pasien covid 19, kalau kita bersama telah patuh dan selalui aturan pemerintah,” ungkapnya.
Ditambah lagi kata Ali Mukhni dalam bidang keilmuan Islam dalam kondisi wabah ini harus ikut bersama-samanya membimbing masyarakat dalam mengadapi wabah Covid-19 ini. Sehingga semua masyarakat akidahnya tetap istiqamah dan utuh.
Kemudian lagi katanya, Allah SWT selalu menyandingkan lafazd tawakal dengan orang-orang yang beriman. Ini menjadi pertanda jika tawakal adalah hal yang sangat diagungkan dan hanya untuk orang mukmin dan merupakan bagian dari hati yang akan membawa seseorang pada jalan kebahagiaan lahir dan batin, dunia dan akhirat.
Umar bin Khattab ra berkata, jika ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah SWT dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rizki (oleh Allah SWT), sebagaimana seekor burung diberi rizki, dimana ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang”, (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).
Hadis di atas memberikan penjelasan, jika hakikat tawakal yang digambarkan Rasulullah SAW, diumpamakan seperti seekor burung, yang pergi pada pagi hari dengan perut kosong dan lapar, akan tetapi saat sore hari ia pulang dalam keadaan perut yang kenyang dan penuh.
Pada hakikatnya, Allah SWT sebenarnya sudah memberikan rezki sesuai dengan kebutuhan masyarakat masing-masing. Artinya bisa saja yang putus mata pencaharian akan tetapi yakinlah bahwa rezki umat manusia sudah ditentukan oleh Allah Swt.
Hal ini juga serupa pada manusia, tawakal yang diambil dari kata wakala, yuwakilu, tawakalan, berarti menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan.
“Orang yang bertawakal merupakan orang yang sudah menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan semua urusan yang dimilikinya pada Allah SWT,” tandas Ali Mukhni mengakhiri.(efa)





