Banjir di kawasan Lubukbuaya, tepatnya di dekat SMA 7 Padang.
PADANG, METRO–Sekitar sembilan kecamatan di Kota Padang terendam banjir, dan satu warga tewas setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kota Padang sejak Kamis (16/6) sore hingga malam, juga membuat titik longsor di beberapa titik. Di Padangpariaman, dua unit rumah hanyut dan 8 unit rusak parah.
Intensitas hujan tinggi berkekuatan 384 mm membuat banjir sulit dihindari. Hal ini juga diperparah dengan kondisi drainase yang buruk. Air yang turun tidak tertampung dan tidak mampu lagi dialirkan oleh saluran drainase, karena dipenuhi sedimentasi. Belum lagi air sungai meluap dan merendam ribuan rumah warga di sembilan kecamatan tersebut.
Sembilan kecamatan yang terpapar banjir adalah, Kototangah, Padang Barat, Padang Timur, Padang Utara, Padang Selatan, Lubukbegalung, Lubuk Kilangan, Bungus Teluk Kabung, Nanggalo. Hanya dua kecamatan yang tidak terlalu terkena dampak, yakni Kuranji dan Pauh.
Banjir dengan tinggi selutut, sepaha, sepinggang orang dewasa merata dijumpai di wilayah Kota Padang Padang. Banjir juga sudah ada yang merendam rumah warga. Hanya loteng yang terlihat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar mencatat, ada ribuan rumah di Kelurahan Lubukbuaya, Tunggul Hitam, Pangambiran, Ampalu (Arai Pinang), Bandagadang, Maransi, Parang Jambu, Jondul, Seberang Padang, Pampang, Seberang Palinggam, Lolong, Bungus dan Marapalam, terendam.
Di samping banjir, tanah longsor terjadi pada ruas jalan Padang-Painan di kilometer 26 tepatnya di antara Sungai Barameh dan Kelok Jaring. Longsor menyebabkan akses jalan terputus dan membuat masyarakat Bungus belum dapat dievakuasi. Alat berat sudah dikerahkan untuk mengatasi longsor.
Namun, pada Jumat (17/6), jalur Padang-Painan ini sudah bisa dilalui kembali. Tapi, para pengendara diminta tetap hati-hati karena curah hujan masih tinggi.
“Jumat pagi air sudah mulai surut. Untuk mengevakuasi warga ke tempat aman, karena genangan air telah mencapai satu meter, petugas BPBD Sumbar dan BPBD Kota Padang mendapatkan bantuan personel dan peralatan dari BPBD Bukittinggi, BPBD Padangpanjang, BPBD Tanahdatar, BPBD Solok, BPBD Agam, dan Padangpariaman,” ulas Plt Kalaksa BPBD Sumbar Zulfiatno didampingi Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Sumbar Pagar Negara, Jumat (17/6).
Cuaca buruk yang terjadi sejak Kamis sore, kata Zulfiatno juga membuat penerbangan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman, sempat terganggu. Lima penerbangan terpaksa dialihkan pendaratannya di Medan dan Pekanbaru akibat hujan deras dan jarak pandang tak memungkinkan untuk pendaratan.
“Pengalihan pendaratan dilakukan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk pendaratan. Penurunan jarak pandang yang terjadi akibat hujan lebat. Di mana, sejak sore jarak pandang di BIM sekitar 250 meter dengan kecepatan angin 8-11 knot /20 KM/jam,” sebutnya.
Selain banjir, Kepala BPBD&Damkar Kota Padang Rudy Rinaldy menyebut, beberapa titik longsor juga terjadi di Kota Padang. Salah satu yang terbesar adalah kawasan Bungus. Namun penangannyan langsung dilakukan oleh BPBD Sumbar dan Prasjal Tarkim.
Untuk pohon tumbang, hingga kemarin, BPBD mencatat ada 11 batang pohon tumbang. Jumat, pembersihan sudah dilakukan oleh petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), KSB dan warga.
“Kita mengimbau warga untuk tetap waspada. Karena menurut informasi BMKG, hujan terus berlangsung selama 1 minggu ke depan. Jadi ancaman banjir dan longsor, serta kayu tumbang masih berpotensi,” ungkap Rudy.
Meninggal saat Evakuasi
Sementara itu, Kalaksa BPBD Sumbar Zulfiatno menyebut, satu orang tercatat meninggal dunia saat musibah banjir, Kamis malam. “Ada satu orang meninggal dunia, Risman (63), warga Jalan Mustika 12, Ampalu Nan XX, Kelurahan Pengambiran, Kecamatan Lubukbegalung,” kata Zulfiatno.
Ia mengatakan, saat banjir korban sedang mendatangi rumah anaknya yang terkena banjir, lalu terjatuh hingga hanyut terseret air. Risman ditemukan tak berapa jauh dari lokasi hanyutnya dengan kondisi yang sudah tak bernyawa.
Menurut Zulfiatno, bencana banjir itu terjadi saat terjadi hujan deras di kawasan Jalan Mustika 12 Kelurahan Pengambiran.
“Korban bersama istrinya pergi ke tempat anaknya. Lalu, ia terjatuh ditolong oleh warga yang melihat dibawa ke rumah perawat sampai disana meninggal,” jelasnya. (tin/cr9/efa)





