PDG.PARIAMAN, METRO
Ketua DPC Partai Gerindra Padangpariaman Happy Neldy selalu bergerak melihat kondisi warga saat pandemi covid-19 ini. Setiap hari, ada saja kondisi warga yang dianggapnya sangat memiriskan, namun luput dari bantuan Pemkab Padangpariaman. Seperti satu keluarga kecil di Nagari Sungai Abang, Kecamatan Lubukalung yang tinggal di rumah tak layak huni.
“Kami mendapatkan informasi dari warga terkait adanya keluarga yang tinggal di rumah yang tak layak. Tinggal sepasang suami istri dengan dua orang anak, satu kelas 4 SD dan satu lagi masih dua tahun. Deni namanya, bekerja sehari-hari sebagai pembuat tembok atau batu bata di Kasik Putih. Namun saat ini, pemasukan tersendat karena pandemi covid-19,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Padangpariaman ini, kemarin.
Happy Neldy mengaku prihatin dengan kondisi Deni dan keluarga kecilnya tersebut. Dia langsung menelepon Wali Nagari Sungai Abang untuk mengecek ke rumah itu. Wali nagari langsung memasukkan Deni dan keluarga dalam program bantuan akibat covid-19 ini. Menurutnya, masih banyak keluarga miskin seperti Deni di Padangpariaman, dan harus masuk dalam data penerima manfaat dari bantuan pemerintah.
“Kami akan terus berkeliling memastikan rumah-rumah yang harus dibantu Pemerintah, sembari mencarikan solusi membantu mereka secara permanen. Misal dengan melakukan bedah rumah masyarakat yang tidak mampu. Semoga bisa bermanfaat bagi mereka,” katanya.
Selain mengunjungi keluarga Deny, Happy dan tim juga mengunjungi warga di Batu Balah Air yang juga mengalami nasib yang sama. Adek, bersama istri dan anaknya juga tinggal di rumah yang tak lebih baik dari pondok untuk menjaga padi di sawah. “Kami benar-benar kasihan melihat kondisi ini. Semoga mereka tak luput dari bantuan dampak covid-19 ini,” katanya.
Happy juga menyinggung masih banyak warga yang belum mendapatkan sembako dan alat kesehatan dari pemerintah terkait dampak covid-19 ini. “Setidaknya, hari ini kita sudah cek di Nagari Sungai Abang dan Nagari Balah Hilir Kecamatan Lubukalung. Pendataan harus dipercepat dan bantuan harus segera diturunkan saat PSBB (pembatasan sosial berskala besar) ini,” katanya. (r)





