PESSEL, METRO
Ditengah hiruk pikuk pandemi corona, warga di Nagari Kampung Baru Koto Nan Ampek ( KBBA) Sungak Lundang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, digegerkan dengan penemuan janin bayi di pinggir Sungai Kalo – Kalo, Selasa (21/4) sekitar pukul 18.00 WIB.
Janin bayi yang diperkirakan berusia kurang lebih 5 bulan dan belum diketahui jenis kelaminnya itu, pertama kali ditemukan oleh dua remaja yang hendak mandi ke sungai tersebut. Janin bayi tersebut berada di kedalaman air kurang lebih 30 cm. Karena ketakutan dengan penemuan itu, kedua remaja itupun langsung memberitahukan kepada warga.
Mendapat informasi itu, warga pun berbondong-bondong datang dan kemudian mengevakuasi janin bayi itu ke Kantor Wali Nagari setempat. Tak lama berselang, aparat nagari, bidan nagari dan Polisi pun datang dan selanjutnya memeriksa janin bayi tersebut. Setelah itu, janin bayi tersebut dibawa ke RSUD M Zein Painan.
Kapolsek Koto XI Tarusan Iptu Advianus mengatakan, petugas Pukesmas Barung- Barung Belantai yang datang ke kantor Wali Nagari melalukan pemeriksaan terhadap janin bayi tersebut. Untuk lebih dalam pemeriksaan janin bayi, sekitar pukul 22.25 WIB, janin bayi itu dibawa ke rumah sakit.
“Kita saat ini masih melakukan penyelidikan di lapangan, untuk mengungkap siapa pelaku yang tegah membuang janin bayi itu. Dugaan sementara, janin bayi aborsi. Kita akan mendata warga setempat yang hamil dalam kurun waktu lima sampai enam bulan terakhir,” kata Iptu Advianus.
Terpisah, Secara terpisah, Wali Nagari KBBA, Nazarudin membenarkan adanya penemuan bayi itu. Ia menjelaskan, penemuan berawal dari beberapa pemuda setempat ketika hendak mandi ke sungai. Sebelum sempat mandi, salah seorang dari pemuda itu dari kejauhan melihat sosok yang mencurigakan dan langsung mendekati.
“Sampai di tempat tujuan, kaget melihat ada janin bayi yang sudah tidak bernyawa.Tak berselang lama, pemuda dan kepala kampung langsung menuju rumah saya untuk melaporkan kejadian itu. Saya pun langsung menuju rumah pemuda itu dan membawanya ke kantor dan melaporkan ke polisi,” tutupnya. (rio)





