BERITA UTAMA

Seorang Pria Pingsan di Pasar Ibuh, Kasihan Takut Corona Warga Tak Berani Menolong

0
×

Seorang Pria Pingsan di Pasar Ibuh, Kasihan Takut Corona Warga Tak Berani Menolong

Sebarkan artikel ini

Payakumbuh, METRO
Seorang pria paroh baya yang sedang berbelanja di pasar Ibuah, Kota Payakumbuh tiba-tiba jatuh pingsan, Rabu (22/4). Pria tersebut sempat menjadi tontonan dan dibiarkan saja tergelatak di tengah pasar, sebab rasa trauma warga begitu tinggi di tengah penyebaran wabah virus Corona yang masih terus menghantui.

Sejumlah warga yang melihat kejadian itu kaget dan dihantui rasa cemas. Jangankan untuk memberikan pertolongan, mendekati saja tak berani. Akhirnya, salah seorang warga menghubungi nomor darurat tanggap Covid-19 Kota Payakumbuh.

Tidak beberapa lama kemudian, petugas medis datang dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk berjaga-jaga sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), kemudian bapak tersebut dibawa ke Puskesmas Ibuh.

Baca Juga  12 Parpol Resmi Dukung Ridwan Kamil-Suswono di Pilgub Jakarta

Setelah diperiksa petugas, ternyata bapak ini cuma kelelahan saat belanja di pasar bersama istrinya, karena usia bapak tersebut sudah diatas 55 tahun.

Dokter Puskesmas Ibuh dr. Elin Afriwati, yang juga Ketua Tim Covid-19 Puskesmas Ibuh, menyebutkan bahwa pria tersebut sebelumnya memiliki riwayat hipertensi, sehingga rentan kelelahan saat beraktifitas. Apalagi di lokasi ramai seperti pasar.

“Bapak ini tidak dari perjalanan keluar daerah, dan juga tidak menunjukkan gejala sakit seperti Covid-19, jadi pingsannya karena kelelahan,” kata dr. Elin.

Baca Juga  Tukang Ojek Tewas Bersimbah Darah, Pisau Berdarah dan Sepatu Berserakan

Pria tersebut bersama istrinya mengaku khilaf karena tidak mengindahkan himbauan pemerintah. Meski sudah di larang anaknya belanja ke pasar, mereka masih gigih bersikukuh untuk pergi.

Petugas Puskesmas pun memberikan edukasi dan pengertian kepada warga tersebut. Saat ini PSBB telah diterapkan, untuk pergi keluar berbelanja kebutuhan sebaiknya diserahkan kepada anak saja.

“Orang tua harus tetap di rumah, mereka rentan tertular Virus Corona karena daya tahan tubuhnya lemah, anak-anak harus peduli juga dengan orang tua mereka,” pesan dr. Elin. (us)