PASAR RAYA, METRO
Ratusan pedagang kebutuhan pokok di Pasar Raya Padang mengaku akan tetap berjualan selama Pembatasan Sosial berSkala Besar (PSBB) berlangsung. Apalagi Rabu (22/4) ini akan dimulai penyemprotan khusus untuk pasar yang menjual kebutuhan pokok.
Menurut pedagang, hingga kini menurut mereka tak ada sosialisasi sama sekali dari Dinas Perdagangan kepada pedagang. “Sosialisasinya tak ada sampai kepada kami. Jadi Rabu besok (hari ini) kami sepakat tetap berjualan,” sebut perwakilan pedagang ayam di Pasar Raya Padang, Rajabman, Selasa (21/4).
Ia menambahkan, tak hanya pedagang ayam, tapi juga pedagang ikan, daging dan cabai. Menurut Rajabman, jika Pemko ingin melarang, maka Pemko diharapkan tak pilih kasih. Jika satu dilarang, maka semua pedagang, baik di pasar satelit maupun di pasar kaget juga harus dilarang.
“Jangan pilih kasih donk. Kami dilarang, yang di pasar satelit dibiarkan. Itu namanya tak adil,” sebut Rajabman.
Pedagang lainnya, Edi Prima mengatakan, ada ratusan pedagang ayam di los ayam. Jika tak berjualan nanti, maka pedagang juga akan kehilangan langganan. Selain itu, pedagang juga harus hidup. Makanya dengan demikian mereka nekat tetap berjualan. “Jadi kami putuskan, kita tetap berjualan,” sebut Edi.
Pedagang lainnya, Nopel yang merupakan pedagang daging juga mengaku tetap berjualan. Menurutnya saat ini ada 70 pedagang daging di Pasar Raya Padang. Dan mereka sepakat untuk tetap berjualan. “Tak asa sosialisasi dari Pemko. Makanya kami tak mau berjualan,” sebutnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal mengatakan, soal PSBB tersebut pihaknya telah mensosilasikannya kepada pedagang. Mulai besok (hari ini) pedagang kebutuhan pokok di Pasar Raya diminta untuk tidak berjualan karena petugas akan melakukan penyemprotan.
“Jika pedagang tetap nekat, itu terserah mereka. Berarti tempat mereka tidak kita semprot,” sebut Endrizal.
Pihaknya, sebut Endrizal tidak untuk semena-mena melarang. Tapi semua itu demi keselamatan pedagang sendiri. “Ini demi keselamatan mereka juga. Soalnya di Pasar Raya sudah sangat banyak yang tertular, “ sebut Endrizal.
Sebelumnya, Endrizal mengatakan, untuk toko yang menjual kebutuhan pokok, pada Senin-Selasa (20-21/4) masih buka. Pihaknya akan memulai menyemprot pada Rabu (22/4) nanti khusus untuk pasar yang menjual kebutuhan pokok.
“Jadi kita berikan waktu untuk bersiap-siap bagi pedagang untuk mengemas barangnya dan masyarakat untuk membeli kebutuhan selama tiga hari. Selain menyemprot kebutuhan pokok, tim akan melakukan pembersihan di pasar kebutuhan pokok,” pungkasnya. (tin)





