BANDAR BUAT, METRO
Raut wajah penuh haru tergambar jelas dari ustaz-ustaz se-Kota Padang, Minggu (12/4). Mereka baru saja menerima bantuan beras dari ketua HKTI Sumbar yang juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Padang dua periode, Fauzi Bahar.
Ada sekitar 200 ustaz yang mendapat bantuan beras tersebut. Secara simbolis, sekitar 20 orang ustaz kemarin mewakili pengambilan beras untuk 200 ustad ada di kota Padang di rumah ketua HKTI Kota Padang, Syaiful One di kawasan Bandar Buat Padang.
Fauzi Bahar mengatakan bahwa bantuan itu diberikan untuk ustaz yang ikut terdampak wabah corona. Dalam kondisi sekarang, para ustaz ini tak bisa memberi ceramah lagi di masjid dan mushalla karena wabah corona. Disamping itu, ustaz inilah yang menjadi ujung tombak program pesantren Ramadhan yang digagas sejak zaman pemerintahan Fauzi Bahar tersebut.
“Para ustaz inilah yang menjadi ujung tombak suksesnya kegiatan pesantren Ramadhan sejak dulunya. Mereka yang berjuang datang ke mushalla hingga ke pelosok-pelosok, untuk mensukseskan kegiatan pesantren Ramadhan,” kenang Fauzi.
Meski bantuannya tak seberapa, Fauzi berharap sedikit meringanankan para ustaz tersebut. “Maminteh sebelum hanyut, walaupun yang dilempar hanya sebatas tali rafia. Tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat,” katanya.
Fauzi juga berharap tahun ini kegiatan pesantren Ramadhan tetap dijalankan dengan tetap memperhatikan imbauan Wali Kota Padang untuk menghindari keramaian. Menurutnya kegiatan pesantren Ramadhan bisa saja dengan cara mendengarkan ceramah ustaz dari android.
“Kemudian siswa-siswa diminta membuat tugas di rumah maaing-masing,” terang Fauzi.
Salah seorang ustaz yang juga tokoh masyarakat setempat, Wardas Tanjung sangat tersentuh dengan bantuan yang diberikan Fauzi Bahar. Ia berharap hal ini juga dapat ditiru oleh tokoh tokoh lain demi membantu meringankan beban bersama di tengah wabah corona.
Ketua HKTI Padang, Syaiful One mengatakan saat ini seluruh orang kesulitan karena wabah corona. Namun ada seorang makluk Allah yaitu Fauzi Bahar yang masih saja tetap menunjukkan kepeduliannya pada sesama.
“Tak terpintas dipikiran saya dengan keberadaan ustaz ini. Selama ini mereka hanya aktif berdakwah. Dengan kondisi sekarang, mereka tak bisa berdakwah lagi. Sehingga kehidupannya perlu dibantu. Kita sangat apresiasi sekali. Semoga ini bisa menjadi pemicu bagi dermawan yang lain untuk saling membantu sesama di tengah wabah corona ini,” ujar Syaiful. (tin)





