AIAPACAH, METRO
Warga Kota Padang yang terdampak oleh Covid-19 diperkirakan mencapai 103.000 kepala keluarga (KK). Jumlah tersebut akan diupayakan mendapatkan bantuan sesuai dengan statusnya.
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, saat ini ada sekitar 20 ribu KK penerima bantuan PKH dari pemerintah pusat akan mendapatkan bantuan Covid-19 dari pemerintah pusat sebesar Rp200 ribu per KK . Kemudian, Pemprov juga akan membantu sebanyak 8.049 KK atau sekitar 40 ribu orang akan mendapatkan bantuan dari propinsi sebesar Rp 200 ribu per orang.
Di luar itu terang Mahyeldi, saat ini masih dilakukan verifikasi ulang. Sehingga warga yang berhak bisa mendapatkannya tanpa tumpang tindih. “Kita mengupayakan bagaimana bantuan ini bisa diterima oleh orang yang tepat. Yang sudah dapat bantuan propinsi, tidak dapat lagi bantuan dari Pemko. Kita upayakan merata bagi yang terdampak Covid-19 dan tepat sasaran. Yang dapat bantuan PKH yang hanya Rp 200 ribu per KK, tentu kita carikan pula solusinya,” kata Mahyeldi.
Saat ini ungkap Mahyeldi, pihaknya masih berupaya merampungkan datanya. Sebab, nanti untuk bantuan dari Pemprov dan PKH akan masuk ke rekening masing-masing berupa uang. Sementara bantuan dari Pemko bisa saja dalam berbentuk kebutuhan pokok yang langsung diantarkan pada warga langsung.
Saat ini sebut Mahyeldi, Pemko Padang sudah membooking 3.000 ton beras dari Bulog untuk dibagikan pada masyarakat. Dengan ketersediaan beras yang cukup ini, diharapkan masyarakat yang menerima bantuan uang, bisa membelinya di pasar dengan mudah.
Seperti yang diketahui, saat ini sebagian besar warga masih menunggu turunnya bantuan dari Pemko. Mereka berharap bantuan bisa lebih merata didapatkan warga. Apalagi bagi warga yang tak terdata sebagai penerima bantuan pemerintah selama ini.
“Salamo ko ambo dak pernah dapek bantuan dari pemerintah do. Padahal, karajo bataninyo. Yang lain dapek. Pas corona ko, kalau indak diagih juo oleh pemerintah ko, yo lah parah bana mah,” cetus Ali (40), salah seorang warga kuranji kepada POSMETRO.
Segera Salurkan
Terpisah, Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang meminta kepada Pemko Padang untuk segera menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Agar mereka bisa memanfaatkannya dan kesulitan tak lama dirasakannya.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye mengatakan saat ini warga telah menanti-nanti sembako tersebut, kenapa Pemko masih menahan-nahannya. Jika telah tersedia, segera salurkan. “Kita menyayangkan lambannya penyaluran sembako tersebut,” ujar Aye pada Kamis (9/4).
Selain itu, Aye berharap agar penyaluran bantuan ini dibagi merata dan adil, sehingga tidk ada muncul kekecewaan warga. Jangan RW, RT yang ditugaskan membagi bantuan orangnya tertentu saja.
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Padang, Muzni Zein meminta kepada Pemko Padang untuk tidak memaksa ASN menyumbangkan gajinya untuk Covid-19. Apalagi sampai memangkas tanpa diberitahu terlebih dahulu.
Kemudian terang Muzni, Pemko Padang diminta berkoordinasi dengan DPRD dalam segala hal, agar tidak terjadi penyimpangan dan memiliki kesamaan persepsi. “Kita menilai Wali Kota bergerak semaunya saja dengan OPD, ini perlu dievaluasi,” ucapnya.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Padang lainnya, Boby Rustam meminta kepada Pemko Padang untuk menyurati pengusaha besar di Padang agar bisa berkontribusi dalam berbagai bentuk terkait penanganan Covid-19 untuk warga. Jangan Wali Kota memangkas anggaran yang ada saja, namun harus bisa cari dana keluar. (tin/ade)





