BERITA UTAMA

Gempa, Pengunjung Hotel Berhamburan, Pasien Mengungsi

0
×

Gempa, Pengunjung Hotel Berhamburan, Pasien Mengungsi

Sebarkan artikel ini

Petugas di RSUD M Zein Painan Pessel melarikan pasien korban gempa ke ruang perawatan. Sementara sebagian pasien diungsikan ke lapangan, karena takut ada gempa susulan.
PADANG, METRO–Gempa 6,5 SR juga membuat penghuni hotel di Padang panik. Pantauan POSMETRO, Kyriad Bumiminang Hotel, Grand Inna Muara, ratusan penghuni hotel lainnya juga tampak keluar dari hotel. Seperti di Hotel Axana, Plan B Hotel, HW Hotel, Jalan Hayam Wuruk. Penghuni hotel, keluar tanpa mengenakkan baju dan hanya bercelana pendek.
Hingga pukul 07.00 WIB, penghuni hotel tersebut masih memilih untuk tetap berada di luar hotel. ”Saat itu saya sedang berada di kamar dan telah bangun sejak adzan subuh. Saat sedang berdiri, saya merasakan lutut rasanya goyang, semakin keras. Setelah dirasakan benar-benar, ternyata gempa,” kata penghuni Kyriad Bumiminang Hotel, yang berasal dari Malayasia Suhaidi Zakaria.
Setelah menyadari itu gempa bumi, Suahidi bersama ketiga rekannya langsung turun dan keluar dari hotel. ”Saya kaget sekali. Ini baru kunjungan pertama kami ke Padang. Hari ini adalah hari kedua, kembali ke Malaysia rencananya, 5 Juni besok,” jelasnya.
Kejadian yang sama juga dilakukan oleh penghuni Hotel Inna Muara Padang. Para penghuni hotel terlihat di pelataran parkir dan berhamburan keluar hotel. Menurut security hotel Heru Maradona, sekitar 10 menit setelah getaran awal terasa pengunjung langsung keluar dari hotel.
”Semuanya keluar dari hotel. Untuk kerusakan kita bersyukur tidak ada, namun ada sebagian lapisan dinding yang terlepas. Dan setelah beberapa saat berada di bawah, para penghuni hotel kembali masuk ke kamar,” ujarnya.
Sementara di kawasan Pantai Padang, puluhan warga tampak tengah mengamati arus laut yang terlihat tinggi. Warga mengamati apakah air laut surut, atau tidak. Beberapa jam warga tersebut masih tetap bertahan di tepi pantai.
Kepala BPBD-PK Kota Padang Rudy Rinaldi mengungkapkan, berdasarkan data yang telah dimiliki hingga saat ini, tidak ada kerusakan rumah yang terjadi akibat gempa. “Dari data yang telah kami kumpulkan sampai saat ini, belum ada kerusakan serta korban yang terjadi di Padang. Data tersebut yang dihimpun dari personil BPBD-PK Padang di lapangan, serta Komunitas Siaga Bencana (KSB),” kata Rudy.
Badan Meteorologi, Krimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang memastikan gempa yang mengguncang Sumbar pada pukul 05.56 WIB dengan kekuatan 6,5 SR itu tidak menimbulkan tsunami.
”Gempa berpusat pada 79 kilometer barat daya Pesisir Selatan, tidak berpotensi tsunami. Getaran gempa juga dirasakan hingga beberapa daerah, seperti Solok Selatan dan Kota Solok, Padang, Mentawai dan beberapa daerah lainnya,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Padang Panjang Rahmat Triyono.
Pantauan POSMETRO, hingga kemarin sejumlah gedung dan bangunan dalam kondisi aman. Di antaranya, kantor Gubernur Sumbar, Bank Indonesia, Korem 032 Wirabraja, Mapolda Sumbar.
Sementara, di Kantor Dinas Pendidikan di Jalan Aziz Chan, Kota Padang, terdapat bagian pelapis dinding yang terlepas. Namun, hal itu tak mengganggu aktivitas kerja pegawai.
Sedangkan, di RSUP M Djamil, saat gempa terjadi kepanikan sangat terlihat di wajah pasien dan keluarga pasien. Sebagian besar pasien dibawa ke luar gedung.
Pejabat Pemberi Informasi Publik (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustavianof mengungkapkan, saat gempa sebagian pasien ada yang keluar ruangan untuk menyelamatkan diri. Pasien yang dirawat di lantai dua dan tiga, juga dievakuasi petugas dan keluarga ke luar.
”Semua pasien berkumpul di halaman, menunggu hingga kondisi aman dan kondusif. Apalagi setelah mendapat kabar resmi, gempa aman dan tak berpotensi tsunami. Semua pasien kembali ke ruangan dan keadaan kembali kondusif,” pungkasnya. (g)