METRO SUMBAR

Masuk ke Lunang Silaut, Wagub Temukan Seorang Bersuhu Tubuh Panas

0
×

Masuk ke Lunang Silaut, Wagub Temukan Seorang Bersuhu Tubuh Panas

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO
Hasil peninjauan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit ke posko  pengawasan perbatasan wilayah Provinsi Sumbar dengan Bengkulu di Kecamatan Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sabtu (4/4), menemukan salah seorang yang masuk ke Sumbar suhu tubuhnya panas.

Mendapati temuan ini, Nasrul Abit langsung menginstruksikan Camat Lunang Silaut untuk melacak ke lokasi rumahnya, untuk segera dilakukan isolasi.”Kami temukan seorang yang masuk badannya panas, datang dari Depok. Dia mau ngambil anaknya di Lunang Silaut. Kita sudah hubungi camatnya, agar melacak keberadaan orangnya di Lunang Silaut, untuk dilakukan diisolasi. Karena orangnya datang dari daerah terjangkit,” ujar Nasrul Abit saat teleconference melalui IJTI Sumbar.

Nasrul Abit mengingatkan petugas gabungan di posko pengawasan wilayah perbatasan, bahwa yang penting itu disiplin, dengan mendata identitas orang yang masuk, kemudian lihat kondisi kesehatannya,  data dari daerah mana dan tujuannya ke mana. “Kalau disiplin ini dijalankan mudah-mudahan penyebaran virus corona yang masuk dari luar Sumbar bisa dikendalikan,” tegas Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga mengimbau masyarakat, agar tunduk jika diminta harus mengisolasi diri. “Masyarakat yang harus diisolasi harus diisolasi, jangan ada yang melawan atau tidak mau melaporkan diri. Ini demi kesehatan masyarakat kita dan keluarga kita masing-masing,” imbaunya.

Dari hasil pantauannya, di daerah perbatasan Provinsi Sumbar dengan Bengkulu tersebut, Nasrul Abit menilai kesiapan petugas sudah cukup baik. Di mana di posko pengawasan tersebut, terdapat petugas Satpol PP, wali nagari, camat, perawat dan tenaga medis, TNI dan Polri. Mereka bertugas bergantian tiga shift.  Bahkan juga ada Anggota DPRD Kabupaten Pessel yang ikut memantau. “Kita apresiasi petugas yang bekerja, karena ini menuntut keikhlasan dan tanggungjawab kita bersama untuk mengatasi penyebaran virus corona ini,” ujarnya.

Dari hasil pantauannya ke beberapa wilayah perbatasan Sumbar, diakui Nasrul Abit, masih ada kendala yag dihadapi petugas. Kendalanya, petugas tidak tahu ke mana harus melapor, karena nomor telepon Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di kabupaten kota masing-masing belum ada. Termasuk juga nomor telepon BPBD kabupaten kota dan Satpol PP kabupaten kota belum ada.

“Seharusnya mereka petugas yang ada di wilayah perbatasan harus berkordinasi untuk melaporkan data di lapangan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten kota masing-masing. Agar dapat ditindaklanjuti ke camat masing-masing, agar pihak kecamatan mengawal orang yang masuk ke wilayahnya masing-masing, untuk dilakukan langkah isolasi,” harapnya.

Nasrul Abit juga menyampaikan data orang masuk ke Sumbar melalui perbatasan Provinsi Sumbar melalui lintas barat, selama tiga hari ini. Pada hari pertama, Rabu (1/4), tercatat 428 kendaraaan, Kamis (2/4) (552 kendaraan) dan Jumat (3/4) (368 kendaraan).(fan)