SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

100 Ton Beras Disiapkan untuk Masyarakat Miskin

0
×

100 Ton Beras Disiapkan untuk Masyarakat Miskin

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO, METRO
Pemko Sawahlunto sudah memesan 100 ton beras kepada Bulog yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat miskin. Jumlah beras ini akan bertambah setelah diakumulasikan dengan bantuan dari Baznas dan sumbangan ASN/PNS di jajaran Pemko Sawahlunto.

Walikota Sawahlunto Deri Asta mengtaakan seputar bantuan beras bagi keluarga miskin yang terkena dampak ekonomi akibat Covid-19, di Aula Kantor Walikota Sawahlunto, Jumat (03/04). Deri Asta belum merinci dan memastikan kapan pembagian beras, bagaimana kriteria penerima dan prosedur yang akan dilalui. “Hal-hal yang bersifat detail dan teknis belum ditetapkan, karena Pemko Sawahlunto masih menunggu realisasi pesanan dari Bulog dan menghimpun bantuan Baznas serta sumbangan dari ASN/PNS,” kata Deri Asta.

Walikota dalam konferensi pers ini didampingi Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur SH MH beserta jajaran, Wakil Walikota Zohirin Sayuti SE Plh. Sekda Drs Irzam, MM, Kepala Badan Kesbangpol dan PBD Adri Yusman, Kadis Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Yasril, Unsur Pimpinan dan Anggota Tim Posko Covid-19 Kota Sawahlunto.

Selian itu itu Kepala Bagian Kominfohumas Wiza Andrita, SE beserta jajarannya, pada prinsipnya Pemko Sawahlunto beserta seluruh Unsur Forkopimda dan pimpinan OPD sangat peduli dengan kondisi yang dihadapi masyarakat saat ini. Di sisi lain Deri Asta menghimbau para pedagang, petani, tukang dan buruh harian tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa dengan catatan tetap menjalan protokoler atau panduan yang sudah ditetapkan pemerintah misalnya melengkapi APD (Alat Pelindung Diri) minimal masker, sarung tangan dan menjaga jarak atau Physical Decenting.

“Stay at home bagi kelompok pedagang, petani, peternak, pekebun, buruh harian dan pekerja serabutan, maksudnya tidak keluyuran, berkumpul dan berkelompok kemana-mana setelah melaksanakan aktivitas. Mestinya setelah selesai beraktivitas pulang ke rumah dan setelah itu  Stay at Home. “Di rumah saja, tidak kemana-mana”. imbuh Deri.

Berbicara tentang Tim Penanggulangan Covid-19, Tim Posko Utama dan 2 Tim di Posko Gerbang Masuk Kota Sawahlunto yang bertugas secara shift atau aplusan, tetap bekerja dan bertugas sesuai dengan Protap atau  SOP (Standar Operasional Program). Tetap solid, bekerjasama dan bertanggungjawab terhadap tugas masing-masing.

“Pimpinan, Anggota Tim dan Petugas Posko serta lapangan memang kelihatan sangat lelah,” kata Walikota yang mengakui unsur pimpinan daerah sedang berusaha merencanakan bentuk kepedulian untuk tim ini. Walikota mengigatkan, untuk para petani yang akan memanen hasil sawahnya agar tidak menjual berasnya luar daerah.

“Kami meminta kepada petani untuk tidak menjual beras mereka keluar daerah beras tersebut nantinya akanb dibeli pemerintah. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan harga kalau Covid-19 ini semakin parah. Selain itu hal ini juga bertujuan untuk persiapan kita menghadapi bulan Ramadhan,” ujar Deri.  (cr2)