PASBAR, METRO
Sebanyak 33 orang pelajar pasantren asal Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) yang sekolah di salah satu pasantren ternama di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, melakukan isolasi mandiri di Nagari Persiapan Ranah Melintang Sungai Aur. Pasalnya mereka termasuk kategori orang dalam pemantauan (ODP),
Bupati Pasbar Yulianto didampingi para Forkopinda Pasbar mengatakan, mereka telah meninjau langsung ke lokasi dimana puluhan santri itu. ”Kami menilai keluarga mereka sangat peduli dengan lingkungan maka mereka melakukan Isolasi diri,” kata Yulianto.
Dikatakan Yulianto, Pemkab Pasbar juga sekalian memantau kesiapan dan kelengkapan fasilitas ruang isolasi mandiri, yang menggunakan rumah warga tersebut dan sekaligus menyerahkan bantuan berupa uang dan beras 160 kg.
”Saya terharu dan berterima kasih terhadap 33 orang pelajar yang terdiri dari 20 orang putra dan 13 orang putri serta dua orang pendamping ini,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Bupati juga secara langsung meminta agar kesiapsiagaan tim medis setempat untuk melakukan pemantauan dan pengecekan kesehatan mereka secara rutin selama mereka berada di ruang isolasi mandiri tersebut.
”Hari ini kita melihat langsung kesiapan dan kelengkapan fasilitas isolasi. Alhamdulillah anak-anak kita meskipun berstatus orang ODP, namun mereka masih sehat,” kata Yulianto.
”Kita tidak bosan- bosanya, mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan agar terhindar dari wabah Covid-19, baik melalui media leaflet Covid-19, juga pentingnya cuci tangan dengan memakai sabun.
.”Semoga dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat Sontang ini , dalam menyikapi dan menghadapi situasi Covid 19 ini, dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya, dalam menyikapi secara positif terhadap warga atau keluarganya yang baru pulang dari luar daerah. Kamp isolasi mandiri ini, bisa membantu masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap covid 19, sekali lagi peasan saya, biasakan hidup sehat, tetap di rumah jika tak ada kegiatan mendesak,” ungkapnya.
Sementara itu, Dandim 0305 Pasaman Letkol Inf Ahmad Aziz mengatakan, secara spontan memberikan apresiasi dengan berdialog langsung, sambil menanamkan patriotisme semangat jiwa nasionalisme kepada 33 orang Santri itu. ”Kita berterima kasih kepada tokoh masyarakat, orang tua yang telah memberikan dorongan dan bimbingan kepada mereka,” kata Ahmad Aziz singkat. (end)





