BERITA UTAMA

Kasus Positif Corona di Sumbar Terus Bertambah, Belum Ada yang Sembuh

0
×

Kasus Positif Corona di Sumbar Terus Bertambah, Belum Ada yang Sembuh

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO
Kasus positif virus corona di Sumatera Barat masih terus bertambah. Hari ini (Kamis, 2/4) tercatat ada tambahan satu pasien lagi. Dari pembaharuan data Pantauan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Ranah Minang menjadi 13. Sementara pasien yang sembuh masih belum ada.

Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar, Jasman Rizal, membenarkan penambahan kasus positif virus corona tersebut. Pasien positif yang ke-13 itu diketahui berjenis kelamin laki-laki, usia 56 tahun. Saat ini pasiendirawat di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

“Yang bersangkutan merupakan pasien RSUD Achmad Mochtar yang selama ini juga dirawat bersama istrinya yang telah duluan positif Covid-19,” ujarnya.

Jasman juga menambahkan, satu orang positif corona yang baru ini diduga terpapar virus corona, saat mengikuti acara di Negara Malaysia. Meskipun bertambah satu orang positif virus corona, namun, secara keseluruhan, menurut informasi pihak RSUD Achmad Mochtar, semua pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19 di RS itu kondisinya telah berangsur-angsur membaik.

Hingga Kamis (2/4) berdasarkan informasi resmi Gugus Tugas Percepatan Penangaanan Covid-19 Provinsi Sumbar, total orang dalam pantauan (ODP) di Sumbar mencapai 2.937 orang. Rinciannya, 1.889 orang sedang proses pemantauan dan 1.048 orang selesai pemantauan.

Sementara, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 61 orang, dengan rincian 13 orang masih dirawat dan 47 orang pulang dan sehat. Kasus terkonfirmasi, sebanyak13 orang positif virus corona, dengan rincian, delapan orang dirawat, empat orang isolasi mandiri dan satu orang meninggal.

Baca Juga  2 Sekawan jadi Spesialis Kupak Kios Pasar di Kota Padang, Barang Hasil Curian Dibawa Pakai Betor

Terima Bantuan
Rapid Test
Terpisah, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar menerima bantuan 4.000 unit alat Rapid Test, Rabu malam (1/4). Bantuan alat Rapid Test dari Yayasan Buddha Tzu Chi ini akan didistribusikan ke sejumlah rumah sakit (RS) di Sumbar.

“Betul barangnya sudah datang, ada 4.000 unit dari Yayasan Buddha Tzu Chi, sudah digudang. Nanti kita manfaatkan sebagaimana mestinya,” sebut Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Provinsi Sumbar, Rumainur, Kamis, (2/4).

Rumainur yang juga tergabung dalam Tim Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar mengatakan, alat tersebut nantinya akan dibagikan pada sejumlah RS di Sumbar, yang banyak menangani pasien terpapar corona.

“Tentu nanti pembagiannya terbanyak bagi RS yang banyak melayani pasien corona. Tapi teknisnya akan dilakukan Dinas Kesehatan Sumbar,” ujarnya.

Diakuinya, alat tersebut hanya membantu untuk memeriksa masyarakat yang terpapar Covid-19. Namun, akurasinya memang tidak 100 persen. Paling tidak untuk mengetahui orang yang telah diperiksa menggunakan alat ini perlu ditindaklanjuti atau tidak.

Menanti Bantuan APD
Selain alat Rapit Test, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar masih membutuhkan bantuan alat pelindung diri (APD). Rumainur mengatakan, informasi yang diterimanya akan ada bantuan yang datang dari pemerinta pusat. “Tapi bantuan ini, jawabannya segera saja baru. Kapan datangnya belum tahu,” ujarnya.

Baca Juga  Dijanjikan akan Dinikahi dan Pindah Agama, Remaja Rela Dicabuli Pemilik Warung

Kebutuhan APD ini sangat mendesak, dengan semakin banyaknya bertambah rumah sakit rujukan. Saat ini stok APD yang tersisa tinggal 150 set, karena selain didistribusikan ke rumah sakit, juga didistribusikan ke petugas gabungan yang mengawal pembatasan selektif di wilayah perbatasan.

Untuk kebutuhan dan distribusi APD ini ke rumah sakit, menurut Rumainur pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Sumbar.

Selain menerima bantuan dari pemerintah pusat, juga ada bantuan yang sedang diproses dari BRI melalui program CSR-nya. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar juga memesan sendiri pengadaan APD yang bersumber dari IKM di Kota Padang. Sekarang dalam proses pengadaan dan pembuatan oleh IKM di Kota Padang.

“APD yang akan diproduksi IKM ini merupakan binaan Disperindag Provinsi Sumbar. “Nanti Disperindag Sumbar yang menentukan spesifikasi standar yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Sumbar,” ujarnya.

“Kita butuhnya sampai 5.000 APD. Namun tahap awal kita pesan kepada IKM sebanyak 2.000 APD saja dulu. Harga satuannya per satu unit APD sebesar Rp150.000 hingga Rp200.000. Sepanjang sesuai harga pasar kita bisa kerjasama. (fan)