METRO SUMBAR

Limbah Medis Penanganan Covid-19, Pengelolaan Butuh Perhatian RSUD M Zein

0
×

Limbah Medis Penanganan Covid-19, Pengelolaan Butuh Perhatian RSUD M Zein

Sebarkan artikel ini

PESSEL, METRO
Agar tidak membahayakan masyarakat serta lingkungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pesisir Selatan telah melakukan koordinasi dengan Rumah Umum Sakit Daerah (RSUD) Dr Muhammad Zein Painan, dalam kaitan penggelolaan sampah Alat Pelindung Diri (APD).

Pengelolaan limbah medis bekas penanganan Covid-19 perlu mendapatkan perhatian serius. Tanpa pengelolaan yang baik, timbunan limbah akibat penanggulangan penyakit itu bisa berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan warga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Pesisir Selatan Jumsu Trisno mengatakan bahwa, untuk pengelolaan sampah medis ADP Covid-19, telah ditetapkan melalui surat penetapan SK bupati Pesisir Selatan. ” Ya, surat penetapan melalui SK Bupati sudah oke, dan jika tidak halangan SK tersebut ditanda tangani hari ini,” ujar Jumsu Trisno.

Jumsu menuturkan,  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan surat edaran terkait pengelolaan limbah infeksius (Limbah B3) dan sampah rumah tangga dari penanganan Coronavirus Disease (Covid-19).

Edaran ini dikeluarkan agar pengelolaan limbah medis bekas penanganan Covid-19 mendapatkan perhatian untuk mengendalikan penyakit pandemi tersebut serta mencegah timbunan limbah akibat penanganan Covid-19. “ Surat penetapan sedang dilakukan koreksi redaksi hukum oleh Biro Hukum Setdakab Pesisir Selatan, sebelum ditanda tangani oleh Bupati,” ungkap Kadis Lingkungan Hidup.

Untuk pengelolaan atau pemusnaan sampah ADP Covid-19, seperti masker, baju dan sarung tangan dilakukan di alat Incenerator, ada pada Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Dr.Muhammad Zein Painan.

Sementara itu Direktur RSUD.Dr.Muhammad Zein Painan, dr. Sutarman menuturkan, alat incenerator yang ada di rumah sakit Dr.M.Zein Painan telah siap, dan tinggal menunggu surat penetapan dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. “ Operator kita siap, tinggal menunggu izin mengeporasikanya saja, serta ada sedikit pembuatan cerobong,” ujar Sutarman.(rio)