SOLOK/SOLSEL

Tenaga Medis di Perbatasan  Harus Ditambah

0
×

Tenaga Medis di Perbatasan  Harus Ditambah

Sebarkan artikel ini

Posko perbatasan di batas Kabupaten Solok Selatan (Solsel) dengan Kabupaten Solok di Ulu Suliti Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh untuk penanganan memutus mata rantai penyebaran Virus Covid -19 di daerah itu harus menjadi perhatian mengingat masih banyaknya arus lalu lintas orang. Untuk itu tenaga medis yang ditugaskan di pos perbatasan ini harus ditambah. Hal ini haru menjadi perhatian dan diinstruksikan Plt Bupati daerah itu H Abdul Rahman untuk dilakukan penambahan segera.

“Agar petugas medis tidak terlalu kelelahan, untuk itu petugas harus bergantian dan mendapat waktu istirahat. Saat ini, tenaga medis yang ditugaskan hanya 2 orang setiap shift. Saya instruksikan untuk ditambah 2 orang lagi. Jadi kalau 1 hari itu ada 3 shift, maka ada 12 orang petugas kita siapkan di Pos Ulu Suliti ini,” ujar Plt Bupati Solsel H Abdul Rahman ketika melakukan peninjauan pos di perbatasan, Rabu (1/4).

Dijelaskan, untuk tenaga medis yang bertugas untuk penanganan dan antisipasi penyebaran wabah corona akan segera disiapkan regulasinya untuk diberikan insentifnya. Hal ini mengingat tenaga esktra mereka yang terpakai. “Akan kami siapkan segera regulasi untuk pemberian insentif bagi para tenaga medis yang terlibat dalam penanganan dan penyebaran virus Corona di kabupaten ini,” ungkap Rahman.

Baca Juga  Butuh Banyak Masukan dari Berbagai Pihak, Bappeda Susun RKPD Pemkab Solok Selatan

Dikatakan, terkait Alat Pelindung Diri (APD), menurutnya juga disiapkan anggaran pembeliannya hingga Rp 5 miliar. Termasuk dalam waktu dekat akan dibuka lowongan pekerjaan bagi tenaga medis sebanyak 27 orang, terdiri dari 5 orang dokter, 20 perawat, dan 2 orang tenaga labor.“Tenaga medis harus disiapkan. Termasuk keamanan perlindungan diri, nutrisi, serta insentif bagi tenaga medis tersebut. Untuk pos perbatasan sendiri nantinya ada sharing pembiayaan dengan pihak provinsi,” kata Rahman.

Dari data yang ada, sampai saat ini belum ada warga Solsel yang positif Covid-19, hanya baru sebatas Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 36 orang. Untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini, Pemkab setempat sudah mendirikan empat pos di perbatasan yang bertugas memeriksa setiap orang yang masuk kabupaten itu. Selain itu juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan di kantor pemerintah serta fasilitas umum agar wabah Covid-19 ini tidak menyebar di kabupaten dengan Julukan Sarantau Sasurambi ini.

Baca Juga  Pemkab Pasang Strategi, Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Empat pos yang didirikan itu, yaitu di Golden Arm Kecamatan Sangir, pos ini merupakan pos perbatasan dengan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Selanjutnya di perbatasan Kabupaten Solsel – Solok, tepatnya di Ulu Suliti Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh serta dua posko pemeriksaan di perbatasan PT BPSJ SS1 (jalur Madiak menuju Kabupaten Dharmasraya dan batas Jambi), dan Posko di batas Solsel dan Dharmasraya, di Jorong Log Batu Sandi, Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo.Hari ini (Rabu-red) selesai meninjau pos batas di Ulu Suliti, Plt Bupati beserta rombongan direncanakan langsung meninjau pos di Log Batu Sandi di Sangir Balai Janggo. (afr)