BERITA UTAMA

Laka Maut Jalur II Bypass Padang; Hantam Truk, Sopir Semen Tewas Terbakar

0
×

Laka Maut Jalur II Bypass Padang; Hantam Truk, Sopir Semen Tewas Terbakar

Sebarkan artikel ini

Tabrakan antara truk alat berat (crane) dengan mobil Grand Max di jalur II Bypass, Senin (30/5) siang, menyebabkan pengemudi Gran Max tewas terpanggang. (foto drone afdalihsandi)
PADANG, METRO–Wanita berkerudung hitam itu terus menangis. Kedua jemari tangannya saling bertaut. Ia bersimpuh di tanah, sembari matanya terus melihat mobil yang sudah hangus terbakar. Di dalam mobil itu, ia menyaksikan suaminya sudah hangus terbakar. Tinggal tengkorak.
”Ya Allah ya Rob, iko suami awak. Awak yakin bana karena maliek jasadnyo, alah badatak hati iko dari tadi. Handphonennyo indak aktif kaduo nyo do,” jeritan Ika, menyaksikan mobil Gran Max yang dikemudikan suaminya, Reski Tora Darmison (36), warga Pasar Ambacang, RT 001 RW 003 no 42, Kecamatan Kuranji, sudah tak berbentuk.
Ika mendapat kabar jika suaminya mengalami kecelakaan di Jalan Bypass, Pilakuak, Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Senin (30/5) sekitar pukul 15.30 WIB. Jantung Ika serasa berhenti mendengar berita itu. Bergegas ia mendatangi lokasi. Dan, wanita ini tak menduga sama sekali jika suami yang dilepas dari rumah dalam keadaan sehat sudah hangus terbakar.
”Siang tadi, inyo makan siang di rumah. Keceknyo, kok makan di lua indak lamak. Ya Allah ya rob, ba a anak-anak lai ko, wak ingin liek bana yang ado di dalam itu,” teriak Ika. Wanita ini pucat. Sementara keluarganya berusaha menenangkannya.
Ika menyebut, jika suaminya bekerja sebagai agen semen S2D di Jalan Byppass. Sebelum kecelakaan, suaminya sempat makan siang di rumah seperti biasa dan pergi menggunakan mobil Gran Max.
Kecelakaan maut antara pikap Gran Max BA 8563 BQ dengan truk alat berat crane BM 9994 SL, menyebabkan pengemudi Gran Max tewas terpanggang. Jasad korban, Reski Tora Darmison berhasil dievakuasi dari dalam mobil oleh tim Damkar dan dibawa ke RS Bhayangkara.
Sedangkan sopir truk alat berat, Robi Sukarma Nofiarma (27), warga Jalan Bypass Km 2 No 22, berhasil selamat pada peristiwa. Robi diamankan di Unit Laka Lantas Polresta Padang.
Pantauan POSMETRO di lokasi kejadian, kecelakaan maut itu membuat kemacetan parah di jalur Bypass, karena petugas berupaya memadamkan api dan mengevakuasi pengemudi mobil yang terbakar. Petugas bahu membahu untuk mengevakuasi korban, petugas terlihat memotong puing mobil yang terbakar.
Petugas evakusi yang terdiri dari Polresta Padang, Polsek Kuranji dan BPBP PK Kota Padang sangat kesulitan saat mengevakuasi. Akhirnya, pukul 17.00 evakuasi berakhir. Saat dimasukkan kedalam kantong jenazah, tubuh korban sudah tidak bisa dikenali dan organ tubuhya terpisah-pisah.
Melihat jenazah suaminya dibawa, Ika kembali menangis dan tak kuasa menahan kesedihannya. Perlahan, bagian tubuh korban yang sudah gosong, dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Saat jasad korban dievakuasi, Ika mendekati mobil, dan kembali berteriak histeris.
Tabrakan dan Ledakan
Sementara itu, keterangan dari sejumlah saksi mata, mobil Gran Max melaju sangat kencang dari arah Lubuk Minturun menuju Teluk Bayur. Sedang truk alat berat crane proyek jembatan Bypass berjalan lambat.
Salah seorang warga, Mul (37) mengatakan, dalam waktu singkat Gran Max bertabrakan dengan truk. Tiba-tiba terjadi ledakan dan api langsung menyala. Warga berupaya memadamkan api dengan mobil tangki penyiram debu jalan di proyek jalur dua Bypass tersebut.
”Saat keluar, sopir truk terlihat shock dan mengatakan ada orang terjepit. Tolong, tolong dan api langsung saja membesar dan terdengar ledakan sebanyak tiga kali,” kata Mul.
Sedangkan pengakuan Iwan (33), salah seorang  pekerja jalur dua Bypass mengatakan, ia hanya mendengar suara ledakan. Awalnya, Iwan mengira suara itu berasal dari letusan atau ledakan ban yang dibakar. Namun, ia baru menyadari itu adalah kecelakaan, karena nampak api mebesar di jalur dua Bypass.
”Saat kejadian saya sedang fokus bekerja. Kemudian saya dengar ledakan, disangka ban meledak, ternyata mobil tabrakan dan terbakar. Saya langsung berlari ke sana dan dari awal memang diketahui ada yang terjepit, namun api sudah membesar,” sebut Iwan.
Kapolresta Padang AKBP Chairul Aziz melalui Kasat Lantas AKP Hamidi menyebut, pengemudi Gran Max tewas dalam kecelakaan maut itu. Hasil pemeriksaan, diduga mobil pikap Gran Max tidak pada jalurnya, sehingga mengakibatkan kecelakaan.

”Kasus kecelakaan ini masih dalam penyelidikan. Sopir truk diperiksa di Unit Laka Lantas,” sebut AKP Hamidi, di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kapolsek Kuranji AKP Jhon Priono menambahkan, evakuasi korban terbakar di dalam mobil cukup sulit dilakukan. Karena kondisi tubuh korban yang sebagian hanya tinggal tengkorak.

”Dari posisi korban di dalam mobil, diduga kuat korban tak bisa keluar untuk menyelamatkan diri karena posisinya terjepit. Sementara api dengan cepat membesar setelah kedua kendaraan mengalami tabrakan,” pungkas Jhon Priono. (rg)