METRO SUMBAR

Ada Kesalahpahaman Informasi, ODP yang Meninggal Dunia Dibantah Kadiskominfo

0
×

Ada Kesalahpahaman Informasi, ODP yang Meninggal Dunia Dibantah Kadiskominfo

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, METRO
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Pariaman, Hendri Chaniago mengatakan bahwa ada sedikit kesalahpahaman tentang pemberitaan yang mengatakan pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang meninggal dunia, sebelumnya diantar oleh Kepala Desa Sikapak Barat, Suhardi, ternyata setelah diklarifikasi oleh beliau, yang terjadi sebenarnya bahwa dirinya hanya memerintahkan ODP yang tinggal di desanya tersebut untuk berobat.

“Tidak benar kalau Kepala Desa (KD) Sikapak Barat yang menemani ODP tersebut untuk berobat, yang benar pak KD Sikapak Barat itu, hanya memerintahkan ODP untuk segera diperiksa dan berobat, karena hal tersebut sesuai dengan himbauan dan instruksi dari pemerintah, dimana orang yang baru pulang dari daerah yang terkontaminasi virus corona, mesti memeriksakan diri dan mengisolasi diri terlebih dahulu,” ujar Hendri Chaniago, kemarin .Berita yang banyak beredar mengatakan bahwa KD Sikapak Barat ini yang turut menemani pasien ODP berobat ini, dan hal ini sangat merugikan dan berimbas pada kinerja dari aparatur di Desa Sikapak Barat dan psikis dari pak KD sendiri.

“Untuk meluruskan hal tersebut, kita mengklarifikasi berita yang telah beredar dahulu, dengan kembali membuat rilies dan pernyataan dari KD Sikapak Barat,” ucapnya lebih lanjut.

“Kita juga memahami di tengah wabah virus corona yang telah menjadi Pendemi dan momok menakutkan bagi orang di seluruh dunia, termasuk juga Kota Pariaman, sehingga pemberitaan yang berhubungan dengan COVID-19 ini akan menjadi isu yang sensitive,” tambahnya.

Hendri juga membenarkan bahwa hal ini untuk meluruskan isu yang berdar di Desa Sikapak Barat, dimana hari ini, hampir tidak ada aparatur desa yang masuk kerja, karena mendengar berita tersebut, karena ketakutan akan penyebaran virus ini, bahkan KD sendiri banyak mendapatkan telepon dari rantau untuk menanyakan pemberitaan yang terlanjur tersebar tersebut. “Kedepan, kita akan lebih selektif dan cross cek lagi apabila ada pemberitaan mengenai terdampak virus corona ini di Kota Pariaman, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” tutupnya. (efa)