BERITA UTAMA

Adik Mahasiswi PDP Sesak Nafas, Bocah 9 Tahun Dilarikan ke M Djamil

0
×

Adik Mahasiswi PDP Sesak Nafas, Bocah 9 Tahun Dilarikan ke M Djamil

Sebarkan artikel ini

DHARMASRAYA, METRO
Adik kandung dari mahasiswi yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 yang pulang dari Bogor, Jawa Barat akhirnya berstatus PDP. Sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sungai Dareh selama dua hari, kemudian dirujuk ke RSUP M Djamil Padang, Kamis (26/3) sekitar pukul 17.30 WIB.

”Pasien memiliki keluhan sesak nafas. Maka, sesuai saran rumah sakit rujukan apabila ada hasil lab dan rontgen yang mendukung maka pasien dapat dirujuk,” ujar Juru Bicara Penanganan covid-19 Dharmasraya dr Rahmadian di Pulau Punjung, Jumat (27/3).

Ia mengatakan, pesien tersebut berusia 9 tahun merupakan adik kandung dari mahasiswi yang pulang dari Bogor yang sebelumnya sempat dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Kedua pasien PDP ini merupakan warga Kecamatan Sitiung, Dharmasraya.

”Anak ini tidak memiliki riwayat kembali dari daerah terjangkit, namun memiliki riwayat sakit jantung sejak kecil. Pasien sebelumnya juga sudah dilakukan observasi di RSUD Sungai Dareh,” jelasnya

Sementara itu, kakak kandung dari pasien, mahasiswi berusia 20 tahun yang mengalami gejala sesak nafas dan sakit tenggorokan itu atau PDP 02 akhirnya dipulangkan dari RSUP M Djamil karena hanya kategori ringan. Dan telah mendapatkan penanganan di RSUD Sungai Dareh.

”Setelah dikembalikan dari RSUP M Djamil Padang, pasien 02 dirawat selama satu hari di RSUD Sungai Dareh. Kemudian pasien diisolasi secara mandiri di rumahnya karena masuk kategori PDP ringan,” jelasnya.

Hingga Jumat jumlah warga yang masuk dalam kategori Pelaku Perjalanan Daerah Terjangkit (PPT) mencapai 775 meningkat dari data pada Rabu (25/3) hanya 596 orang, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 39 orang, meningkat dari sebelumnya 36 orang serta ODP sebanyak 2 orang yang berasal dari Kecamatan Sitiung. Dan hingga hari ini belum ada warga Dharmasraya yang dinyatakan positif Covid-19, semuanya telah dalam penanganan medis.

Ia menegaskan, terkait telah adanya pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Sumatra Barat, ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun harus tetap waspada. “Secara ilmu kesehatan penyakit ini dapat disembuhkan. Karena umur virusnya itu hanya 14 hari. Ketakutan yang berlebihan akan membuat daya tubuh lemah dan stres sehingga virus lebih mudah masuk,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat dan bijak dalam menanggapi isu yang beredar di masyarakat. ”Selain itu masyarakat juga dapat melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri menggunakan antiseptik yg mudah diperoleh seperti cairan pel, clori atau pemutih yang diencerkan,” pungkasnya. (g)