PADANG, METRO
Dua orang lagi positif terjangkit virus corona (covid-19) di Provinsi Sumbar. Dengan bertambahnya dua orang lagi, maka secara keseluruhan hingga Jumat siang (27/3) total positif Covid-19 menjadi tujuh orang.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Jumat (27/3) sore di Aula Kantor Gubernur. Siangnya, Gubernur menyebut enam, karena masih ada satu lagi yang dicek ulang melalui uji sampel Laboratorium Biomedik Universitas Andalas (Unand). “Tadi siang enam, sekarang sudah tujuh,” ujar Irwan.
Irwan mengungkapkan, data pasien keenam yang positif ini merupakan hasil uji sampel tahap kedua dari 9 pasien yang dilakukan Laboratorium Biomedik Unand. “Kemarin kan ada 22 PDP (pasien dalam pengawasan) yang diperiksa. Pemeriksaan tahap kedua, ada 9 PDP yang diperiksa. Yang tahap kedua ini yang kena positif, seorang tenaga kesehatan yang dirawat di RSUP M Djamil. Yang pemeriksaan tahap ketiga, sore nanti keluar. Yang di Bukititnggi yang meninggal itu setelah diperiksa negatif,” ujarnya.
Berdasarkan Pantauan Covid-19 di Sumbar melalui website corona.sumbarprov.go.id, hingga Jumat, total orang dalam pantauan (ODP) di Sumbar mencapain 1.024 orang. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 23 orang. Total yang diperiksa mencapai 50 orang. Rinciannya, yang negatif 31 orang, positif 7 orang dan menunggu hasil pemeriksaan 12 orang.
Irwan mengatakan, saat ini dirinya sudah dapat izin dari Ketua BNPB dan Kepala Litbangkes Kemenkes, untuk menyampaikan informasi data-data status corona secara real time.
Informasi data ini berdasarkan hasil uji sampel yang dilakukan Laboratorium Biomedik Unand, yang sudah mendapat persetujuan Kemenkes untuk dipakai sebagai jejaring Litbangkes.
“Jadi, mulai kemarin, kita tidak perlu lagi kirim specimen pasien ke Litbangkes, cukup ke Laboratorium Biomedik Unand yang menjadi sumber data informasi. Pemerintah pusat tinggal menyesuaikan data dari kita,” ujarnya.
Sumbar Tidak Lockdown
Irwan juga menegaskan, Presiden RI, Joko Widodo telah berkali-kali menyampaikan pesan kepada dirinya dan gubernur se-Indonesia. Pesan Presiden RI ini berdasarkan masukan dan laporan dari Menteri Luar Negeri dan Duta-duta Besar.
“Berdasarkan pesan Presiden RI ini maka saya pertimbangkan tidak melakukan lockdown. Tentu Presiden RI ada pertimbangan dan datanya. Salah satu pertimbangan Presiden RI, karena karakter daerah berbeda-beda,” terangnya.
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, lockdown belum dilakukan di Sumbar, karena setelah konsultasi dengan Bank Indonesia risikonya cukup besar. “Gubernur juga akan dengan Bupati dan Wali Kota, untuk dengarkan masukan dari langkah-langkah terbaik,” ujarnya.
Irwan juga mengungkapkan, saat ini di Malaysia menambah lockdown dua minggu ke depan. Dampaknya, banyak TKI dari Malaysia masuk lewat darat melalui Dumai dan Kepulauan Riau (Kepri). Irwan mengimbau otoritas di Dumai dan Kepri melakukan karantina terhadap TKI yang masuk. Setelah aman baru disebarkan ke daerah lain.
“Jangan setelah datang langsung disebar ke Jawa, Sumatera termasuk Sumbar. Kita kewalahan nanti, karena status yang masuk ke daerah Sumbar tidak jelas apakah sakit atau tidak. Kita minta otoritas daerah setempat melakukan prosedur yang ketat,” harap Irwan.
Irwan juga meluruskan adanya informasi TKI dari Malaysia yang akan masuk sebanyak 10 bus ke Sumbar. Menurut Irwan, informasi dari otoritas Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Forkopimda termasuk dari daerah, ada lima orang yang masuk melalui Bus NPM dan sudah terdeteksi oleh Pemkab Limapuluh Kota.
BIM Belum Ditutup
Sementara, terkait desakan menutup BIM, Irwan mengatakan, pihaknya sudah menghubungi Dirjend Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Permintaan untuk menutup penerbangan melalui BIM ini sudah diteruskan Dirjend Perhubungan Udara kepada Menko Maritim dan Investasi.
Menko Martim dan Investasi sudah mempelajari usulan ini, karena kepala daerah dari daerah lain juga menyampaikan usulan yang sama. Hasilnya, sampai sekarang belum ada satu pun bandara yang dihentikan penerbangannya. Termasuk bandara di Papua yang katanya ditutup dibuka lagi.
“Makanya yang bisa diusulkan mohon dikurangi penerbangan pesawat dari dan keluar dari BIM, dan ternyata dikurangi. Maunya kita dihentikan. Bupati dan walikota juga sependapat untuk dihentikan. Namun, sekarang ada satu maskapai yang perlu saya hubungi. Karena maskapai ini nambah- nambah terus penerbangannya, dengan tiket murah lagi,” tegasnya.
APD Sudah Didistribusikan
Irwan mengatakan, saat ini sebanyak 2.000 alat pelindung diri (APD) yang didatangkan dari BNPB, sudah didistribusikan ke rumah sakit. “Hari ini 800 unit yang kita punya, juga akan masuk 4.000 APD lagi dari Wardah. Tapi APD ini tetap saja masih kurang. Kita order terus dari penjahit IKM lokal. Kita beli 100 ribu sama mereka. Termo gun 200 unit sudah cukup,” ungkapnya. (fan)





