ADINEGORO, METRO
Anggota DPR RI Dapil Sumbar 1 Andre Rosiade menyayangkan masih ada Kabupaten/Kota yang belum mengambil sikap meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah. Padahal, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sudah memberikan keleluasan kepada Bupati/Wali Kota untuk memutuskan meliburkan sekolah untuk mencegah pandemi virus corona atau covid-19 sampai ke Sumbar.
“Meski di Sumbar informasinya belum ada yang dinyatakan positif terkena virus corona, bukan berarti kita tidak waspada. Karena, ini adalah pandemi global atau dunia dan telah melumpuhkan banyak kota bahkan negara lain. Jangan sampai Sumbar terlena dan menanggung akibat fatalnya nanti,” kata Andre yang juga ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini, kemarin.
Andre menyebutkan, sampai Kamis sore, dia mendengar baru ada 13 dari 19 Kabupaten/Kota di Sumbar yang meliburkan sekolah. Yaitu Kota Bukittinggi, Padang, Limapuluh Kota, Agam, Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Padangpanjang, Kota Solok, Payakumbuh, Pariaman, Padangpariaman, Tanahdatar dan Pesisir Selatan.
“Bagaimana dengan yang lain? Apa tega membiarkan siswa belajar dengan rasa ketakutan dan orang tua di rumah juga was-was. Apalagi yang tetap memaksakan ujian, tentu tidak membuat mereka konsentrasi belajar. Jangan sampai, sekolah menjadi lokasi yang mencekam saat semua berpikir mencegah virus corona yang penyebarannya begitu cepat terus mengancam,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Andre masih heran dengan sikap kepala daerah di Sumbar yang tidak cepat mengambil keputusan meliburkan sekolah ini. Padahal, para rektor di Sumbar sudah meliburkan kegiatan perkuliahan baik di UNP, UIN Imam Bonjol Padang, STKIP PGRI Sumbar, sampai terakhir Universitas Andalas (Unand) Padang. Seharusnya, anak-anak yang masih sekolah yang pertama dilindungi, bukan mereka yang sudah kuliah.
“Terima kasih kepada para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Sumbar yang sudah cepat tanggap meliburkan mahasiswanya. Bukan benar-benar libur, tapi perkuliahan bisa dilakukan dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online. Bisa juga membuat mahasiswa mengerjakan tugas-tugas mereka di rumah atau tempat kos,” kata mantan presiden mahasiswa BEM Unviersitas Trisakti Jakarta ini.
Andre sependapat dengan saran banyak pihak yang melarang mahasiswa yang kos untuk pulang kampung saat aktivitas kuliah diliburkan. “Mereka kan berada di perkotaan yang lebih rentan terpapar risiko terkena virus. Kalau langsung pulang kampung tentu bisa membawa hal-hal yang tidak baik. Sebaiknya tetap di rumah dan mengerjakan tugas atau kuliah online,” kata Andre.
Begitu juga dengan sekolah yang telah diliburkan, tetap memberikan tugas atau pelajaran melalui online kepada siswa. Jangan sampai, libur sekolah malah membuat pelajar keluyuran ke tempat-tempat hiburan atau tempat wisata. Apalagi sejumlah instansi pemerintah juga telah meliburkan atau meminta pegawainya bekerja dari rumah saja.
Andre juga menyebutkan, Menteri Kesehatan dr Terawan tengah mempertimbangkan pemberian izin Rumah Sakit Unand Padang sebagai laboratorium menguji spesimen pasien terkait Corona. “Pak Menteri telah mendengar harapan kami dan juga warga Sumbar terkait izin dari Kemenkes. Pak Menteri kabarnya akan memberikan izinnya,” kata Andre.
Andre juga mengusulkan agar setiap provinsi bisa memiliki laboratorium uji sampel pasien virus Corona, sehingga prosesnya bisa lebih cepat. Laboratorium uji yang dimiliki masing-masing provinsi itu, kata Andra, juga harus sesuai dengan standar Kemenkes.
“Pak Presiden @Jokowi dan Menteri Kesehatan dr Terawan. Saya usulkan agar setiap provinsi ada Laboratorium pengujian spesimen Corona. Agar wabah ini cepat ditanggulangi. Untuk Provinsi Sumbar, saya usulkan Lab UNAND bisa dijadikan salah satu lab rujukan,” cuit Andre di twitternya @andre_rosiade, kemarin. (r)





