BERITA UTAMA

Sekolah di Bukittinggi Diliburkan Selama 14 Hari, Siswa Belajar di Rumah

0
×

Sekolah di Bukittinggi Diliburkan Selama 14 Hari, Siswa Belajar di Rumah

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO
Pemerintah Kota Bukittinggi mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah tingkat PAUD, TK, SD dan SMP baik negeri maupun swasta mulai Kamis (19/03). Kebijakan ini sebagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebut, Wali Kota Bukittinggi telah menghubungi dirinya dan melaporkan bahwa mulai Kamis (19/3), menyatakan siswa sekolah di Bukititnggi belajar di rumah. Karena itu, untuk tingkat SMA dan SMK yang menjadi kewenangan Pemprov Sumbar akan mengikuti kebijakan dari Pemko Bukittinggi tersebut.

“Kita ikuti. Namun, memberikan waktu untuk pelaksanaan UNBK seperti biasa di sekolah negeri dan swasta. Sementara untuk kelas 1 dan 2 belajar di rumah sesuai dengan kebijakan Wali Kota Bukittinggi.,” terangnya.

Sementara untuk SD dan SMP di Kota Bukittinggi, pelaksanaan ujian nasional tetap diikuti di sekolah nanti. Termasuk juga ujian semester untuk kelas 1 dan 2 tetap dilaksanakan di sekolah.

“Besok Wali Kota akan rapat dengan kepala sekolah lagi, kalau ada sekolah yang belum siap melakukan belajar dala jaringan (daring) di rumah karena keterbatasan fasilitas komunikasi, tetap datang ke sekolah, untuk mendapatkan tugas-tugas dari sekolah, untuk dilaksanakan di rumah,” ujarnya.

Irwan mengungkapkan, alasan Wali Kota Bukittinggi mengambil kebijakan belajar di rumah, karena di Kota Bukittinggi ada orang yang datang dari Malaysia sebanyak 12 orang. Satu orang diantaranya masuk rumah sakit, sedangkan 11 orang masuk ODP yang sudah bergaul banyak dengan berbagai pihak dan melakukan kontak fisik.

“Sehingga orang tua di Kota Bukititnggi kuatir terhadap anak-anaknya sekolah. Apalagi Kota Bukittinggi juga daerah wisata yang banyak datang ke sana dan pertimbangan lainnya, sehingga Wali Kota Bukitinggi mengambil kebijakan meliburkan siswa sekolah dan belajar di rumah selama 14 hari ke depan,” ungkap Irwan.

Bagaimana dengan perkembangan di daerah lain? Irwan mengatakan, daerah lain, akan menggelar rapat dengan Dinas Pendidikan se-Sumbar, Kamis (19/3), untuk dimintai pandangannya secara tekhnis kondisi di daerahnya.

“Sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam memutuskan apakah sekolahnya siswanya belajar di rumah atau di sekolah. Melalui rapat ini diharapkan agar kebijakan yang diambil dapat dapat lebih efektif dan mengena,” ungkap Irwan.

Sementara, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, dirinya baru saja berkomunikasi dengan Wakil Bupati Padangpariaman. Di mana di Kabupaten Padangpariaman, juga akan melaksanakan proses belajar yang sama dengan sekolah-sekolah yang ada di Kota Bukittinggi. (fan)