PADANG, METRO
Usai melaksanakan ibadah shalat maghrib, jemaah Masjid Raya Ampang tiba-tiba dihebohkan dengan peristiwa pingsannya seorang pria di teras masjid. Karena takut, diduga terinfeksi virus corona, tidak satu pun jemaah dan warga setempat yang berani mendekat hingga petugas medis datang.
Video peristiwa tersebut sempat beredar di beberapa group Whatshapp sejak Selasa (17/3) malam. Bahkan sudah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kota Padang. Apalagi, saat ini masyarakat sedang dihantui rasa ketakutan akibat kabar penyebaran virus corona yang terus beredar luas.
Warga dan jemaah sempat khawatir pria tersebut terinfeksi corona, sehingga jika ditolong bisa menular kepada siapa saja. Akhirnya, pria tersebut dibiarkan saja sampai petugas medis datang ke lokasi untuk mengecek kondisi pria tersebut.
Dalam video itu, pada saat pria itu tergeletak di teras mesjid, dia terus menahan sakit sambil memegang bagian perutnya. Dia baru mendapat pemeriksaan dari pihak medis pada saat waktu ibadah shalat isya akan masuk. Bahkan, di tengah kumandang azan isya berkumandang pria tersebut masih terus mengerang kesakitan di teras masjid.
Dari keterangan ketua pengurus Mesjid Raya Ampang, Iskandar, beredarnya video tersebut berawal dari salah seorang warga yang sengaja mengunggah ke media sosial dima di Ampang telah ada warga yang diduga terinfeksi virus corona.
“Kejadiannya Selasa (17/3), saat itu jamaah baru selesai melaksanakan shalat maghrib. Tiba-tiba seorang jemaah pingsan di teras mesjid, sehingga membuat jemaah lain ketakutan dan mengira yang bersangkutan terkena virus corona,”ujar Iskandar.
Mendapati hal tersebut, pengurus masjid langsung menghubungi pihak Puskesmas Ambacang untuk datang ke lokasi melakukan pengecekan terhadap yang bersangkutan.
“Kami langsung telpon pihak Puskesmas Ambacang, begitu pihak Puskesmas datang langsung di cek apakah ada indikasi-indikasi terhadap jamaah yang pingsan tersebut gejala corona. Ternyata setelah di cek tidak ada indikasi, yang bersangkutan diketahui menderita magh akut,”ucap Iskandar.
Selanjutnya, pengurus mesjid beserta petugas Puskesmas Ambacang mencari identitas pria yang tergeletak tersebut, namun tidak ditemukan satupun identitas diri dari yang bersangkutan.
“Kami langsung menghubungi pihak rumah sakit M. Djamil. Pihak dari IGD M. Djamil menyampaikan untuk membawa yang bersangkutan untuk segera ditangani,”jelas Iskandar.
“Sekali lagi kami tegaskan, tidak ada kasus corona yang terjadi di Mesjid Raya Ampang sehubungan dengan video yang beredar. Klarifikasi ini diberikan agar semua yang melihat dan menyaksikan video yang telah beredar itu bisa memahaminya dengan baik,”pungkas Iskandar.
Sementara itu, pihak M. Djamil Padang, melalui pejabat pemberi informasi dan dokumentasi (PPID), Gustavianof mengatakan, pihaknya belum mengetahui serta belum mendapatkan informasi terkait adanya pasien yang masuk terkait Magh akut.
“Sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi terkait hal tersebut,”ujar Gustavianof singkat. (r)





