METRO SUMBAR

Kereta Api dan Stasiun Disemprot Disinfektan Berbau Bayclin

0
×

Kereta Api dan Stasiun Disemprot Disinfektan Berbau Bayclin

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO
Bau cairan Bayclin merebak setelah Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang melakukan penyemprotan disinfektan di di kereta api dan stasiun Kereta Api (KA) Padang.

Kepala BPBD Kota Padang, Barlius didampingi Petugas PT KAI Divre II Sumbar turun langsung melaksanakan penyemprotan di Stasiun PT KAI Padang.

Barlius menjelaskan, BPBD Kota Padang melaksanakan sejumlah penyemprotan di beberapa tempat keramaian di Kota Padang. “Kami telah melakukan penyemprotan di sekolah, bandara. Salah satunya Stasiun PT KAI Padang. Cairan disinfektan sengaja dicampur dengan Bayclin, karena itu, baunya seperti Bayclin,” ucapnya.

Penyemprotan di tempat-tempat keramaian ini dilakukan tiga kali sehari sesuai aturan yang telah ditetapkan.”Penyemprotan tiga kali sehari, pada saat ini kita melaksanakan penyemprotan pertama dan hari Kamis yang akan datang akan dilaksanakan penyemprotan massal,” tambahnya.

Namun, diakuinya, saat ini stok cairan disinfektan yang dimiliki oleh BPBD Kota Padang mulai menipis, sehingga BPBD menunggu kiriman disinfektan dari pihak Universitas Andalas (Unand). “Pada saat ini kami menunggu disinfektan yang berhasil diracik oleh Unand, sehingga kebutuhan disinfektan untuk Kota Padang dapat terpenuhi,” tambahnya.
Kepala Humas Divre II Sumatera Barat, M. Reza Fahlepi menyampaikan, PT. KAI berupaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penggunanya. Apalagi pada saat ini adanya ancaman penyebaran covid-19 atau virus corona di Sumbar.

Setiap selesai beroperasi dan tiba di stasiun akhir, KA akan menuju area stabling untuk dilakukan pencucian kereta api. Pencucian termasuk bagian interior dan eksterior. Setelah itu baru dilakukan penyemprotan disinfektan untuk mematikan kuman-kuman jika masih ada yang menempel pada sisi interior. “Sedangkan pekerjaan bagian eksterior tahapannya adalah isi mengisi air, wall cleaning atau pencucian bagian luar kereta api, swizzy glass (bagian kaca) dan finishing,” ucapnya.

PT KAI Divre II telah mengambil langkah preventif penyebaran virus corona dengan memberlakukan larangan naik KA bagi calon penumpang yang terindetifikasi suspect virus covid-19. Pengawasannya dilakukan saat proses cek boarding pass dengan menempatkan petugas khusus untuk mengecek suhu badan.

“Jika pada saat pengecekan suhu badan ditemukan panas suhu badan calon penumpang mencapai 38 derajat celcius ke atas, dan atas rekomendasi petugas kesehatan, maka calon penumpang dilarang untuk melakukan perjalanan KA. PT KAI akan mengembalikan penuh bea pemesanan tiket,” tambah Reza.

Tidak hanya itu, bagi penumpang suspect corona yang membawa pendamping, maka tiket dapat dikembalikan penuh juga, untuk maksimal empat orang dalam satu kode booking. Jika berbeda kode booking, maka bea tiket yang dikembalikan maksimal hanya untuk dua orang sebagai pendamping.

Khusus di Divre II, pemeriksaan suhu badan pada calon penumpang dilakukan di area pintu cek boarding pass Stasiun Padang, Pariaman dan BIM. Untuk menambah rasa aman, disediakan juga hand sanitizer di area meja boarding pass untuk calon penumpang KA.(fan)