BERITA UTAMA

Kepala Daerah se-Sumbar Sepakat Tak Liburkan Sekolah

0
×

Kepala Daerah se-Sumbar Sepakat Tak Liburkan Sekolah

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO
Usai melakukan rapat, Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Barat sepakat untuk tidak meliburkan sekolah. Keputusan itu diambil karena penyebaran corona virus (COVID-19) di Sumatera Bitu dinilai masih dalam skala ringan dan sampai saat ini belum seorangpun yang dinyatakan positif terjangkit virus tersebut.

“Kita sudah rapat. Diantaranya membahas aspirasi masyarakat agar sekolah diliburkan. Mempertimbangkan edaran Menteri Pendidikan dan arahan Presiden, kita putuskan untuk sementara sekolah tidak diliburkan,” kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno usai rapat dengan Bupati, Wali Kota dengan Pemerintah Provinsi Sumbar, Senin (16/3) di Gubernuran.

Terkait desakan libur sekolah, Irwan menegaskan, dirinya telah menerima surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Dalam surat edaran tersebut dijelaskan, ada tingkatan status di satuan pendidikan, dalam menyikapi penanaganan virus corona ini. Yakni, status ringan, sedang dan tinggi.

Kalau yang statusnya ringan, ketika tidak ada yang terduga atau terjangkit corona. Alias masih kosong. “Persiapannya jaga diri dan bersih lingkungan untuk pencegahan. Kalau yang sakit pakai masker, makan yang sehat dan jauhi kerumunan,” terang Irwan.

Sementara, yang statusnya sedang, kondisinya ada yang terduga dan ada peluang kemungkinan terjangkit corona. Seperti yang demam dengan suhu di atas 38 derajat celcius. Langkah-langkah penanganannya, sifatnya diperiksa dan dicek. Kemudian yang statusnya tinggi, baru yang terjangkit corona.

“Nah di status tinggi ini, di satuan pendidikan, khususnya di kelas korban yang terjangkit corona tersebut, diliburkan selama 14 hari. Kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap teman-temannya. Sehingga bisa dipantau di satuan pendidikan tersebut. Jadi tidak secara umum sekolah dan kotanya diliburkan, tapi perlu kebijakan yang sifatnya proporsional,” tegas Irwan.

Irwan juga menegaskan, Presiden RI, Joko Widodo juga memberikan arahan kepada Gubernur se-Indonesia untuk lakukan kordinasi pemantauan, pengawasan dan penjagaan. Jadi tidak ada bicara langsung tentang libur di lingkungan sekolah.

“Saat ini di Sumbar, kasus corona yang positif masih kosong, jadi sekolah masih belum diliburkan. Kita tidak tahu sore nanti atau besok. Apalagi siswa SMA dan SMK ada ujian nasional berbasis computer (UNBK), yang memerlukan persiapan belajar. Bupati dan walikota di rapat tadi menyepakati tidak meliburkan,” ungkap Irwan.

Namun, Irwan menjelaskan, ketika ada nanti kasus corona, maka sesuai protap, satuan pendidikan akan diliburkan, di trace dan di tracking dulu riwayatnya bepergian.

Baca Juga  Dugaan Korupsi Bupati Solsel, Wakil Ketua KPK Enggan Menanggapi

Kemudian dilakukan pembersihan dengan disinfektan. “SOP sudah jelas. SD dan SMP diserahkan sepenuhnya ke bupati walikota dan SMA tanggungjawab Pemprov Sumbar,” tegasnya.

Belum Ada Positif Corona
Selain itu, Irwan Prayitno memastikan, hingga, Senin (16/3) pukul 14.00 WIB, berdasarkan laporan dari dari rumah sakit (RS) di daerah dan RS rujukan, yakni RSUP M Djamil dan RSUD Achmad Mochtar, belum ada satupun pasien yang positif corona (covid-19) di Sumbar.

“Sampai hari ini, 16 Maret saya diwawancarai media saat ini, belum ada satupun yang positif. Namun, saya ingatkan, setiap hari dan waktu akan berbeda apa yang disampaikan nanti,” ujar Irwan Prayitno.

Irwan menambahkan, saat ini sudah ada 10 pasien yang masuk ruang isolasi di RSUP M Djamil Padang. Tujuh dari 10 pasien tersebut suspect Mers-CoV dan tiga pasien suspect corona. “Jadi ini belum ada yang positif. Di RS Achmad Mochtar juga ada yang dicek datang dari Malaysia dan ternyata hanya demam biasa,” ujarnya.

Pengawasan Ketat
Irwan mengajak seluruh pihak melihat secara selektif dalam penanganan virus corona ini. Provinsi Sumbar berbeda dengan Jakarta dan daerah lain yang sudah banyak positif dan korbannya. Di Sumbar, penjagaan di berbagai tempat dilakukan. Di kedatangan domestic sudah ada thermo gun untuk mengantisipasi orang yang datang dari luar Sumbar.
“Protap kita lebih ketat dari Malaysia. Pelabuhan sudah ada SOP dari KKP, kapal-kapal dari luar diawasi, termasuk ke Kabupaten Kepulauan Mentawai,” ungkapnya.

Di perbatasan daerah Sumbar juga dilakukan pengawasan bersama. Seperti Bupati Dharmasraya, melakukan kegiatan pembersihan dan edukasi di daerah perbatasan. Bupati Limapuluh Kota melakukan pengawasan di Pangkalan untuk orang yang masuk dari Pekanbaru. “Yang datang dari luar kita lakukan pengawasan libatkan pihak hotel dan pihak perusahaan travel. Pengawasan orang yang datang ke tempat wisata dilakukan libatkan bupati dan walikota,” terangnya.

Jika memang apabila nanti Bupati dan Wali Kota menilai situasi di destinasi wisata kurang baik akibat virus corona ini maka bupati walikota bisa lakukan lockdown atau langkah lainnya. “Itu kewenangan Bupati dan Wali Kota. Kita terus aktif, kegiatan rapat dengan pemda ini sering dilakukan, libatkan seluruh forkopimda lakukan kordinasi jauh-jauh hari,” tegasnya.

Baca Juga  Sinopen DPMPTSP Ikuti Penilaian Tari Indang Tahun 2023

Sekali lagi, Irwan menegaskan penanganannya harus yang proporsional, terukur dan terkendali. Misalnya, yang masuk virus corona di Kota Padang jangan yang di lockdown justru di Kabupaten Dharmasraya. Provinsi Sumbar menurutnya beda dengan Jawa, karena yang masuk ke Sumbar sangat terbatas.

“Kalau dari luar negeri yang masuk ke Sumbar hanya dari Malaysia. Itupun penumpangnya terbatas, karena Pemerintah Malaysia juga melarang masyarakatnya ke luar negeri. Adapun warga sini yang di Malaysia pulang kampung,” ungkapnya.

Dari sisi udara, Sumbar hanya punya BIM. Dari sisi laut, di Pelabuhan Teluk Bayur yang datang hanya kru kapal angkutan barang, bukan penumpang. Di Pelabuhan Bungus masih dalam Provinsi Sumbar, karena hanya ada kapal ke Kabupaten Kepulauan Mentawai. Di mana wisatawan mancanegara yang datang ke Kepulauan Mentawai melalui pemeriksaan yang ketat, dalam berbagai tahapan.

“Seperti jika mereka masuk dari Bali, diperiksa dulu di Bali, sampai ke Jakarta diperiksa lagi, di BIM diperiksa lagi. Bahkan masuk ke Sumbar diperiksa lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade meminta Gubernur Irwan Prayitno meliburkan aktivitas sekolah di Sumbar mulai Senin (16/3) selama sepekan atau dua pekan. Pasalnya, saat ini Novel Coronavirus (COVID-19) telah menjadi pandemi (mewabah luas) dunia. DKI Jakarta sudah mengambil keputusan yang sama dengan meliburkan sekolah, juga aktivitas lokasi wisata.

“Kami minta Pak Gubernur segera mengeluarkan SK libur sekolah dan juga menutup lokasi-lokasi tempat hiburan dan wisata untuk sementara. Karena, saat ini COVID 19 ini tidak sekadar isu saja, tapi sudah mewabah sampai ke Sumbar. Kami juga mendengar di RSUP M Djamil Padang ada yang meninggal, meski belum dipastikan terkena Corona atau MERS usai pulang umrah,” kata ketua DPD Gerindra Sumbar ini, Sabtu (14/3) sore.

Andre juga meminta Pemprov Sumbar memberikan imbauan juga kepada Bupati dan Wali Kota di 19 Kabupaten/Kota di Sumbar untuk hal yang sama. Selanjutnya mengerahkan semua tenaga untuk melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi-lokasi keramaian, seperti Bandara Internasional Minangkabau (BIM), pelabuhan, serta terminal-terminal. Begitu juga dengan tempat-tempat ibadah yang ramai dikunjungi oleh masyarakat. (fan)