METRO SUMBAR

Silaturahmi dengan Warga, Ternyata Fakhrizal itu Bukan Orang Sangar

0
×

Silaturahmi dengan Warga, Ternyata Fakhrizal itu Bukan Orang Sangar

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO
Ada sesuatu yang mengesankan bagi masyarakat pada saat bersilaturahmi dengan Fakhrizal di Hotel Gren Sari, Sabtu (14/3). Ternyata Fakhrizal, sangat jauh berbeda dalam kesehariannya dibandingkan pada saat dia mengenakan sergam dinas kepolisian berpangkat Irjen.

Pertemuan itu begitu cair. Seperti tak lagi bicara dengan seorang komandan kepolisan. Banyak pertanyaan-pertanyaan dan usulan-usulan yang datang dari masyarakat bagaimana seharusnya Fakhrizal jika nanti terpilih menjadi Gubernur Sumbar.

Bahkan mereka mengaku sunggu tersanjung dengan cara bicara Fakhrizal ketika memperkenalkan diri, istri dan keluarganya kepada masyarakat. Ternyata dia bukanlah berasal dari keluarga konglomerat, akan tetapi berasal dari keluarga yang sederhana.

Dia begitu santun. Bahkan dia tidak menampakkan diri sebagai polisi berpangkat Irjen dan sudah beberapa kali menjabat sebagai Kapolda. Terkahir sebagai Kapolda Sumbar Sumbar.

“Hari ini kami bisa melihat langsung siapa Irjen. Pol Drs H Fakhrizal, M.Hum. itu. Kami sangat senang pak, ternyata apa yang kami lihat hari ini sangat jauh berbeda dengan apa kami lihat di poto-poto bapak ketika berseragam kepolisian. Bapak ternyata orangnya murah senyum dan sangat cair dengan masyarakat. Seperti inilah yang kami harapkan untuk memimpin Sumbar ke depan” ungkap Malin, salah seorang masyarakat dari Bungus Teluk Kabung.

Dimenjelaskan, dulu banyak terlihat poto-poto Fakhrizal begitu gagah dan berwibawah dengan berseragam lengkap. Apalagi melihat kumis tebalnya, seolah-olah menadakan Fakhrizal adalah seorang polisi yang tegas dan payah senyum.

Namun, setelah mengenal lebih dekat, dia mengaku, meski baru pertama bertemu namun cukup berkesan. Apalagi pada saat Fakhrizal menceritakan asal-usulnya sebagai putra Minangkabu, serta bagaimana perjuangan dan harapannya untuk Sumatera Barat.

Silaturahmi dan pertemuan yang dipandu Helmi Moesim, salah seorang tokoh muda Kota Padang membuat suasana lebih meriah. Beberapa kali Fakrizal sempat terpingkal-pingkal tertawa dengan gaya humor Helmi Moesim.

Hemi menjelaskan, pertemuan tersebut bukanlah bagian dari kampanye sosialisasi pencalonan, akan tetapi murni silaturahmi antara keluarga dan teman –teman dekat Helmi Moesim dengan Fakhrizal. Sebab banyak diantara mereka penasaran dengan sosok Fakhrizal yang sebenarnya.

Dalam pertemuan ini, kita juga memanfaatkannya dengan berdiskusi bagaimana Sumbar ke depan. “ Saya tegaskan, ini bukan soal Pilkada akan tetapi silaturahmi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Fakhrizal menyampaikan sangat senang bertemu dengan masyarakat. Dia juga memperkenalkan diri. Katanya, dia lahir di Bukittinggi sebagai anak sulung dari enam bersaudara. Keluarganya berasal dari Pakan Sinayan, Kamang Mudiak, Kamang Magek, Agam. Bapaknya Sabri adalah anggota TNI AD dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Satu (Peltu). Ibunya bernama Asni.

Terlahir sebagai anak tentara, Fakhrizal kecil menghabiskan waktu selama 12 tahun di asrama Batalyon Infanteri 133, Air Tawar, Padang. Selepas menuntut ilmu di SMA Negeri 2 Padang, Fakhrizal tes Akabri, dan dinyatakan bergabung dengan korps kepolisian, bukan tentara seperti bapaknya. Hanya sekali tes, dia lulus Akabri dan menempuh pendidikan kepolisian.

Lepas pendidikan pada tahun 1986, dia ditempatkan di Polda Metro Jaya, persisnya sebagai Wapamapta Res Metro Jaksel, Polda Metro Jaya. Karirnya terus naik selama bertugas. Sebelum menjabat sebagai Kapolda Kaliman Tengah dan Kapolda Sumbar, pernah menjabat Dir Intelkam Polda Jambi.

Dalam diskusi itu, Fakhrizal juga menyampaikan bagimana seharusnya Sumbar ke depan. Menurutnya, ada lima kriteria yang harus dimiliki seorang pemimpin Sumbar ke depan. Pertama, bisa mempersatukan, kedua punya hubungan yang bagus dengan pusat, sebab APBD Sumbar itu sedikit, ketiga, harus cinta dan sayang dengan Sumbar, kemudian rekam jejaknya dan terakhri memiliki kehidupan rumahtangga yang baik.

Kemudian seorang pemimpin itu juga harus punya hari, punya rasa empati dan harus menjadi contoh tauladan. “ Ini adalah kunci sukses Sumbar kedepan, dan harus ada pada diri seorang pempimpin,” jelasnya. (hsb)