PADANG, METRO
Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat menggandeng puluhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) meramaikan acara puncak Pekan Quick Respon Indonesian Standar (QRIS) yang dilaksanakan di Transmart Padang, Sabtu (14/3). Dalam acara tersebut, BI sekaligus memperkenalkan mudahnya penggunaan QRIS dalam sistem pembayaran kepada masyarakat yang ada di pusat perbelanjaan tersebut.
Kepala Kantor Perwakilan BI wilayah Sumbar, Wahyu Purnama A mengatakan, perkembangan QRIS di Sumbar cukup menggembirakan. Hingga saat ini sudah ada lebih dari 2.000 merchant yang menggunakan QRIS di Sumbar dan tujuan Pekan QRIS untuk memperkenalkan QRIS agar penggunaan transaksi nontunai kian membudaya di masyarakat.
“QRIS merupakan suatu layanan yang digagas BI untuk menyatukan semua sistem pembayaran berbasis barkode sehingga seluruh platform pembayaran digital terintegrasi ke dalam satu sistem. Beberapa lembaga perbankan juga sudah terintegrasi ke dalam layanan QRIS. Termasuk Bank Nagari, sudah memiliki fitur barcode untuk pembayaran secara digital. Puluhan UMKM juga telah bergabung untuk mempermudah sistem transaki,” kata Wahyu.
Wahyu menjelaskan, sistem pembayaran dengan uang digital (e-money) membuat transaksi semakin mudah, lebih aman saat berbelanja juga tidak direpotkan masalah uang kembalian serta tentunya higienis karena tidak memegang uang ketika bertransaksi. Bagi pedagang sendiri, juga banyak keuntungan yang diperoleh.
“Seperti tidak repot lagi menyediakan uang kecil untuk kembalian. Uang dagangan secara langsung masuk ke rekening sehingga tidak tercampur dengan uang pribadi sehingga lebih mudah dalam mengontrol keuangan usaha dan keuangan pribadi. Penggunaan QRIS juga efisien karena transaksi langsung dan tidak ada masa jeda dan apapun aplikasinya dapat digunakan,” jelas Wahyu.
Wahyu menambahkan, cara penggunaan juga mudah cukup memindai barcode menggunakan telepon pintar kemudian memasukan PIN dan nominal yang akan dibayarkan. Untuk tahap awal, QRIS fokus pada penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM) yaitu penjual yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli ketika melakukan transaksi pembayaran.
Wahyu menegaskan, semakin banyak pelaku UMKM dan perbankan yang menyediakan sistem transaksi menggunakan uang elektronik, maka diyakini pangsa pasar akan semakin luas. Pembeli juga memiliki alternatif dalam melakukan pembayaran. Ketika tidak memegang uang tunai, nasabah tidak perlu repot ke ATM dulu sebelum berbelanja.
“Kita akan terus mensosialisasikan penggunaan QRIS kepada seluruh masyarakat. Sehingga, ke depan, sebagian besar transaksi bisa dilakukan secara digital. Dengan demikian, penggunaan uang kartal pun akan semakin sedikit. Untuk mengurus QRIS pemilik usaha tinggal datang ke bank masing-masing dan biasanya dalam waktu sepekan akan keluar barcodenya. Tidak hanya untuk transaksi jual beli penggunaan QRIS juga bisa dipakai untuk pembayaran zakat, infak, sedekah hingga pajak retribusi daerah,” ujar Wahyu.
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menyambut baik perkembangan QRIS di Sumbar. Menurutnya, adalah suatu kemajuan ketika puluhan pelaku UMKM telah memiliki layanan pembayaran dengan barkode.
“Kalau sekarang masih scan barkode melalui telepon pintar, bukan tidak mungkin suatu waktu nanti cukup dengan scan telapak tangan saja seperti di film – film futuristik. Inovasi sistem pembayaran non tunai qris ini, sekarang menjadi yang terbaik. Namun ke depan kami harapkan ada perubahan dan inovasi terbaru lagi mengikuti tuntunan zaman,” kata Irwan.
Dalam acara puncak tersebut, dilangsungkan berbagai kegiatan edukasi QRIS dan hiburan. Mulai dari pameran untuk umum, program on boarding dan coaching Klinik QRIS oleh PJSP, quiz/fun bagi pengunjung, lomba Uda-Uni GenBI QRIS , dan penampilan band.
Selain itu, juga dilakukan Peresmian QRIS Koperasi Saudagar Minang Raya, Peresmian QRIS Dekranasda Sumbar, dan Peresmian Marketplace Bajojo Online yang dibuktikan dengan penyerahan QRIS sekaligus ujicoba scan barcode QRIS Marketplace, serta talkshow bertemakan “Pengembangan UMKM Menuju Digitalisasi termasuk Penggunaan QRIS” dengan narasumber utama Ketua Dekranasda Sumbar sekaligus Anggota DPR RI Nevi Zuairina. (rgr)





