Oleh : Reviandi
SATU-satunya pasangan bakal calon Gubernur wakil Gubernur Sumbar yang sah saat ini hanyalah Fakhrizal-Genius Umar dari jalur perseorangan. Karena, keduanya tengah menanti kabar baik dari KPU Sumbar yang melakukan verifikasi faktual 300-an ribu dukungan yang diberikan. Sementara yang lain masih menunggu surat keputusan (SK) dari pengurus pusat.
Beberapa waktu terakhir juga sudah ada nama-nama pasangan calon lainnya, meski belum dideklarasikan. Mereka adalah Nasrul Abit-Indra Catri dari Partai Gerindra, Mahyeldi-Audy Joinaldy (PKS-PPP), atau Riza Falepi-Febby Dt Bangso (PKS-PKB). Nama yang dianggap papan atas, Mulyadi belum memilikinya. Karena Demokrat masih belum menentukan siapa koalisinya.
Pekan lalu, sempat mengapung nama Mulyadi menggandeng Ketua DPW PAN Sumbar Ali Mukhni. Koalisi ini diprediksi tak akan sulit terwujud melihat kedekatan selama ini. Bahkan, kedua orang ini tak menampik ke media, meski tak muga mengiyakan. Mereka dinilai punya potensi yang baik, meski sama-sama di Dapil 1 DPR RI.
Mulyadi yang berbasis di Agam dan Bukittinggi tentu akan sangat diuntungkan apabila melamar Ali Muhkni. Dia adalah Bupati Padangpariaman dua periode yang pernah jadi Wakil Bupatinya Muslim Kasim. Ali Mukhni tentu punya basis di Kota Pariaman dan Padangpariaman. Namun, di Piaman juga nama Wali Kota Pariaman Genius Umar yang jadi calon Wagub Fakhrizal. Bisa jadi, Piaman akan terbelah.
Belum redup isu Mulyadi-Ali, tiba-tiba Musda Golkar Sumbar memberikan kabar baru yang cukup unik. Ketua Umum DPD Golkar Sumbar Khairunnas juga dikabarkan menjadi kandidat pendamping Mulyadi. Tentunya dengan koalisi Partai Demokrat dan Golkar yang pernah menjadi raja partai di Sumbar.
Pasangan ini juga mewakili dua Dapil berbeda dan komposisi geografis yang bagus. Karena Khairunnas adalah Putra Solsel yang bisa disebut mewakili Solok Raya — Solok, Kabupaten Solok, Sijunjung, Sawahlunto dan Dharmasraya. Karena, sampai kemarin belum ada calon yang disebut bisa mewakili Solok raya.
Masih ada nama lain yang bisa saja masuk menjadi calon wakilnya Mulyadi, yaitu mantan Bupati Tanahdatar dua periode Shadiq Pasadigoe. Namun, Shadiq belum memiliki partai yang akan mengusungnya. Meski dia dekat dengan Golkar, tapi saat mencaleg, Shadiq maju dari PAN. Sebelumnya, dia sempat disebut menjadi jagoan PKB untuk mendampingi Mahyeldi atau Mulyadi.
Mulyadi-Shadiq sebenarnya cukup memiliki representasi pasangan yang cocok memimpin Sumbar. Mulyadi adalah seorang teknokrat yang cukup lama berada di Legislatif — tiga periode di DPR RI. Sementara Shadiq adalah birokrat senior yang juga pernah menjadi Bupati. Tentunya kombinasi geografis asal keduanya juga cukup menjadi pertimbangan untuk menjagokan pasangan ini. Namun, Demokrat belum memiliki pasangan koalisi yang bisa mengapungkan pasangan ini.
Seorang jurnalis senior memiliki calon lain yang akan dipasangkan untuk Mulyadi, yaitu artis ibu kota Adi Taher. Putra Piaman itu disebut-sebut akan mendapatkan satu partai yang bisa menggenapkan kursi Demokrat. Hal itu mengapung pascabatalnya Ali Taher maju bersama Mayjen (pul) Syamsu Jalal mendaftar sebagai calon Gubernur dan Wagub dari jalur perseorangan.
Pasangan Mulyadi-Aldi Taher cukup untuk menggaet pemilih milenial yang cukup menentukan di Pilgub Sumbar mendatang. Namun, tentu harus ada partai yang minimal memiliki tiga kursi untuk mengusung pasangan ini. Seperti PDI P (3) atau NasDem (3). Karena partai lain dengan kursi setara sudah memiliki jagoan, yaitu PPP (4) dengan Audy Joinaldi, PKB (3/Febby Dt Bangso), dan Golkar (8/kemingkinan Khairunnas). Pasangan ini akan menjadi alternatif bagi Mulyadi untuk memenangi Pilkada.
Kini, tinggal lagi Demokrat yang harus segera menentukan siapa yang mendampingi Mulyadi. Karena, calon-calon lain sudah memiliki pasangan calon wakil Gubernur. Sebagai bakal calon tunggal Demokrat, Mulyadi juga harus cepat bergerak memastikan calon. Kalau tidak, orang semakin jauh, Mulyadi yang awalnya di depan bisa-bisa tertinggal. Kita tunggu saja siapa nama yang akan digandeng Mulyadi. (Wartawan Utama)





