PARIAMAN, METRO
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Syahrul menyatakan penyakit ginjal hanya bisa ditanangani oleh perawat dialisis yang melayani pasien hemodialis yaitu terapi cuci darah di luar tubuh untuk seseorang yang ginjalnya tidak bekerja secara normal.
“Penyebab dari ginjal tersebut adalah diawali dari penyakit hipertensi dan diabetes,” kata Syahrul usai acara Ikatan Perawat Dialisis Indonesia (IPDI) Sumatera Barat menggelar seminar Pertemuan Ilmiah Tahunan Daerah (PITDA) ke 3 di Kota Pariaman, kemarin.
Katanya, Pemerintah Kota Pariaman telah melakukan upaya dari peningkatan penyebab terjadinya penyakit ginjal tersebut. Pemerintah juga telah menetapkan standar pelayanan minimal (SPM) dalam mengatasi hal tersebut.
Syahrul mengatakan sejauh ini upaya yang sudah dilakukan ialah membuat inovasi peningkatan cakupan pelayanan hipertensi dan diabetes oleh masing-masing puskesmas yang ada di Kota Pariaman.
“Dimana petugas dari puskesmas-puskesmas melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin tiap jumat pagi dengan cara mengunjungi mesjid-mesjid.
Sehingga diharapkan pemeriksaan tersebut dapat mendeteksi lebih dini gejala hipertensi dan diabetes tersebut,” ujarnya.
Ia tidak mengharapkan masyarakat terjangkit penyakit hepertensi dan diabetes ini apalagi sampai kepada penyakit gagal ginjal dan pada akhirnya cuci darah.
Sementara itu Ketua IPDI Sumbar Hilma menyampaikan seminar ini dalam rangka menyambut Hari Ginjal Sedunia / WKD (World Kidney Day). Tujuannya untuk mensosialisasikan kepada peserta seminar dalam menyebarluaskan kepada masyarakat di lingkungannya agar meningkatkan kesehatan ginjal mulai dari pencegahan hingga deteksi dini.
“Kita ucapkan terimakasih kepada pihak RSUD Kota Pariaman sebagai tuan rumah yang telah memfasilitasi kegiatan seminar PITDA IPDI Sumbar ke 3 ini tahun 2020 ini sehingga seminar ini berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.(efa)





