PADANG, METRO
Sebagai urat nadinya perekonomian di Sumatera Barat, Pelabuhan Telukbayur yang dikenal sebagai pelabuhan Internasional tempat keluar masuk kapal kapal asing, tak tertutup kemungkinan Corona Virus Disaese (COVID-19) bisa masuk dari Telukbayur. Namun pihak Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pelabuhan Teklukbayur membantah hal yang demikian. Pihak KSOP Kelas II Telukbayur mengaku keluar masuk kapal sangat minim dan bahkan itupun yang masuk kapal kargo atau kapal barang. Jika dibanding tahun 80-an, memang kawasan Pelabuhan Telukbayur sangat padat lalu lintas kapal penumpang.
“Untuk saat ini lalu lalang kapal kapal asing sangat jarang atau minim sekali. Yang ada hanya lalu lalang kapal kargo bermuatan barang barang. Namun demikian, kita dari tim gabungan teta mewaspadai masuknya virus yang mematuikan itu masuk ke Sumbar lewat laut,” ujar KSOP Kelas II Pelabuhan Telukbayur Nazarwin, kepada POSMETRO usai coffie morning di Lantamal II Padang dengan unsur pelabuhan antisipasi masuknya COVID 19 ke Sumbar melalui jalur laut, kemarin.
Dikatakan Kepala KSOP Kelas II Telukbayur Nazarwin, bahwa antisipasi masuknya virus corono ke Sumbar, khusunya lewat laut, pihaknya bersama unsur pelabuhan jauh hari sudah mewaspadai . Untuk Kota Padang, kalaupun masuk virus corona melalui jalur laut, diprediksi ada tiga lokasi. Masing masing Pelabuhan Muara, MV Mentawai Fast, Bungus Telukkabung, ASDP dan Telukabayur, Pelni sendiri. Untuk Muara dan Bungus , seperti kita ketahui kapal bermuatan manusia dengan tujuan, Mentawai, Nias dan pulau pulau terdekat. Sedangkan Telukabayur hanya kapal kargo. Itupun jumlah muatan ABK atau krunya sedikit.
“Namun demikian kita sudah memantaunya. Pihak unsure maritime dengan tim gabungannya sudah melakukan pemantauan, dengan mengerahkan dinas kesehatan pelabuhan dan pihak terkait lainnya,” jelas Nazarwin.
Dikatakan Nazawrin, sebagai contoh pekan lalu, ada kapal dari Hongkong merapat ke Pelabuhan Telukbayur dengan jumlah ABK sekitar 25 orang. Kapal ini melalui pemeriksaan yang super ketat. Apalagi ABK ternyata banyak dari Warga Indonesia, jadi komunikasi lancer.
Setelah melakukan pengecekan, tenryata kapal memuiliki surat surat lengakap, yach kami perbolehkan bersyandar. “Untuk apa kita tahan, SOP dan semua surat surat lengkap,” terang Nazarwin.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Kadishub Sumbar Heri Nofiardi SE , mengatakan kepada masyarakat Sumbar untuk tak panik dengan COVID 19 itu. Kuncin ya adalah kebersihan kita, kondisi fisik, lingkungan. Orang yang sehat, tak perlu makai masker. “Yang pakai masker itu adalah orang yang sakit,” kata Irwan Prayitno
Kita mengetahui bahwa akibat COVID 19 ini dunia heboh. Penyakit yang mematikan itu sudah masuk ke Indonesia. Saat ini ada enam WNI yang dirawat. Namun kondisi mereka agak membaik. Namun demikian, adanya pertemuan antar unsur pelabuhan ini kita jalan kembali kerjasama yang baik diantara sesame masyarakat maritime.
Sebab Pelabuhan Telukbayur adalah pelabuhan yang terlalu banyak kenangannya bagi bangsa Indionesia, dan Teklukabayur adalah urat nandinya perkenomian masyarakat Sumbar. Jadi jangan terlalu panic dengan COVID 19 itu, “ kata Irwan Prayitno didampingi Kadishub Sumbar Heri Nofiardi SE.
Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Dafit Santoso kepada POSMETRO berharap kepada masyarakat jangan cemas dan terlalu panik. Sesuai kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, untuk unsur pelabuhan kita siapkan tim gabungan. Lantamal II Padang akan mengerahkan tim kesehatannya. Yang penting dalam pertemuan ini, kta kokohkan tali silaturrahim. “Apa yang terjadi di Pelabuhan Telukbayur akan kita pecahkan bersama,” sebutnya.
Ketua Koperbam Telukbayur Chandra dalam dialog dengan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sempat memohon kepada Irwan Prayitrno dan pihak yang bertanggungjawab lainnya untuk membantu menyelesaikan maslaah CPO sejak 2002 yang tak rampung rampung.
“Kami memohon kepada pihak yang bertanggungjawab di Pelabuhan Teklukbayur dan bapak Gubernur untuk membantu Koperbam dalam persoalan tersebut,” ucap Chandra. (ped)





