SOLOK/SOLSEL

Kurangi Pengangguran Manfaatkan Berbagai Potensi

0
×

Kurangi Pengangguran Manfaatkan Berbagai Potensi

Sebarkan artikel ini

SOLOK, METRO
Bupati Solok Gusmal mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai potensi daerah untuk mengurangi pengangguran. Kreativitas sangat dituntut dengan menciptakan berbagai peluang kesempatan pekerjaan. Meurutnya, persoalan ketenagakerjaan belum bisa ditanggulangi secara tuntas. Hal ini ditinjau dari tingginya angka pencari kerja serta tingkat produktivitas tenaga kerja yang tersedia belum maksimal.

“ Penciptaan lapangan kerja sendiri terutama melalui wirasuha merupakan langkah efektif untuk mengurangi tingkat pengangguran yang mungkin akan terjadi. Seluruh wirausaha untuk melakukan inovasi dalam mengelola berbagai potensi yang ada,” ujar Gusmal, kemarin.

Untuk meningkatkan daya saing para pencari kerja di Kabupaten Solok, Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Solok bekerja sama dengan BLK Padang Kemennaker RI memberikan pelatihan berbasis kompetensi (PBK) kepada 64 orang.

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah, setelah pelatihan, diharapkan para peserta dapat membuka lapangan kerja sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang di dapat dan dimiliki. “Kembangkan sikap yang baik dan positif dalam membangun dan mengembangkan usaha,” tambah Gusmal.

Selaku ketua pelaksana, Kabid Ketenagakerjaan, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) Kabupaten Solok, Hendianto mengatakan, kegiatan berlangsung selama 30 hari kerja. Diantaranya paket yang diberikan ada 4 paket yang meliputi bidang pelatihan teknisi sepeda motor, pembuatan desain grafis, asisten penjahit pakaian dan pengelola administrasi perkantoran.

Disampaikannya, peningkatan daya saing adalah sasaran utamanya, karena dengan berbagai macam pengaruh baik perkembangan teknologi dan kemajuan pengetahuan lainnya, setiap pelaku usaha dituntut mempunyai nilai lebih agar mampu bersaing dan mempertahankan usahanya.

Tahun 2018 dan 2019 lalu, program PBK juga sudah dilakukan dengan pelatihan yang diberikan diantaranya kejuruan mekanik junior sepeda motor,  teknisi audio video, staff administrasi perkantoran, operator basic office, operator menjahit pakaian dasar. “Ilmu-ilmu tersebut kami harapkan untuk menumbuhkan skill masyarakat, dan bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” jelas Hendianto.

Tingkat pengangguran sudah cenderung menurun, dan masih di atas batas nasional. Menurutnya, pelatihan-pelatihan ini diharapkan mendapat perhatian khusus dan lebih dari pemerintah daerah dan pusat. Dalam menyikapi promblema pengangguran, pemerintah daerah dituntut banyak melakukan berbagai pelatihan kerja dan kejuruan. (vko)