METRO PADANG

Penuhi Kebutuhan Nelayan 2021, DKP Akan Bangun Pabrik Es Balok

0
×

Penuhi Kebutuhan Nelayan 2021, DKP Akan Bangun Pabrik Es Balok

Sebarkan artikel ini

MUARO, METRO
Dinas Kelautan dýan Perikanan (DKP) Kota Padang berencana akan membangun pabrik es balok baru untuk menggantikan pabrik es yang sudah tidak berfungsi saat ini. Kebijakan tersebut untuk mengakomodir keluhan nelayan kepada Pemko Padang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Padang, Guswardi mengatakan, terbatasnya stok es batu saat ini di Kota Padang dikarenakan hanya tiga pabrik es batu yang berfungsi secara maksimal. yakni Pabrik es DKP Padang, PT Perikanan Nusantra (Persero) cabang Padang dan PT Danitama Mina (Padang).

“Jadi selama ini, es balok tidak begitu bermasalah, karena pabrik es di Muaro Batang Anai yang merupakan pabrik es yang dibangun DKP selalu standby dengan dua pabrik es balok kapasitas 15 dan 30 ton. Memproduksi 500-600 batang balok es setiap hari,” ujarnya, Jumat, (6/3).

Guswardi menambahkan, dikarenakan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, khususnya para nelayan Pelabuhan Muaro Padang agar pemerintah membangun pabrik es, direncanakan pada 2021 akan dibangun pabrik es yang baru. Diharapkan dengan pembangunan itu, bisa dimanfaatkan oleh nelayan dalam bentuk es balok guna mengawetkan ikan hasil tangkapan nelayan.

Guswardi mengungkapkan, lahan pembangunan pabrik juga telah disiapkan di kawasan Muara Batang Anai. Tepatnya di kantor UPTD Pelelangan Ikan (TPI) Muara Anai.

Ia menyampaikan, penyiapan pabrik es balok ini merupakan kebutuhan mendasar bagi nelayan maupun pedagang ikan. Karena, selama ini produksi es balok yang tersedia belum mencukupi kebutuhan nelayan maupun pedagang ikan.

“Kebutuhan mutlak. Sebab, es balok merupakan faktor utama atau urat nadi bagi nelayan dalam pemasaran hasil perikanan,” bebernya.

Namun, diakuinya pabrik es balok masih kurang di Kota Padang dalam memudahkan nelayan dalam mengelola hasil tangkapan. “Masih butuh dua atau tiga pabrik es lagi baik itu dari pihak BUMD maupun pribadi,” tandasnya.

Dia menambahkan hal tersebut termasuk yang memasok kebutuhan es nelayan dari pabrik es balok swasta yang aktif. Seperti dari PT Perikanan Nusantra (Persero) cabang Padang kapasitas 30 ton dan PT Danitama Mina (Padang) sebanyak 40 ton.

“Lalu, sekarang ini persoalannya ada dua pabrik es yang tidak produksi di Kota Padang. Pabrik es yang terletak di Ulu Gadut dan di Gurun Laweh itu memproduksi sekitar 3.000 batang balok es per hari. Nah, ini tidak berfungsi tentu otomatis yang selama ini memasok es ke Kota Padang justru terhenti,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, rata-rata kebutuhan es setiap kapal lebih kurang 50-100 batang setiap kali berangkat melaut. Di sini ada sekitar 68 unit kapal diatas 30 GT . Belum lagi kapal-kapal nelayan kecil sebanyak 1 ribu unit memerlukan 2-3 batang es balok.

“Itulah kapal-kapal yang menangkap ikan setiap hari mendaratkan ikan di Pelabuhan di Padang baik di Gaung, Muara Padang dan Muara Batang Anai,” jelas Guswardi.

Dia juga menuturkan, memang sebelumnya, DKP untuk penambahan persediaan es di daerah Gaung sudah melakukan komunikasi dengan pabrik es balok di Pesisir Selatan. Dengan begitu, sudah bisa mengatasi di daerah tersebut.

“Untuk pabrik es balok DKP Padang hanya khusus untuk nelayan Muara Anai. Tentu, nelayan Pelabuhan Muaro Padang saat ini sulit mendapatkan es balok karena dua pabrik es yang tidak produksi. Sebab, merekalah yang setiap hari memproduksi es untuk nelayan di Muaro Padang,” terang Guswardi.

Disisi lain, Guswardi juga menyebutkan bahwa kebutuhan nelayan dalam es balok mencapai 23 ribu batang es balok per hari kebutuhan. “Sekarang kebutuhan nelayan hanya tercukupi baru 14 ribu batang, ketika dua pabrik ini tidak beroperasi tentu jauh berkurang lagi,” ucapnya.

Untuk itu, saat ini Dinas Kelautan dýan Perikanan (DKP) Kota Padang bakal menambah pabrik es dengan estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik es ini sekitar Rp4,5 miliar dengan kapasitas 30 ton per hari.

Sebelumya, sejumlah nelayan di Pelabuhan Muaro Padang mengeluhkan sulitnya mendapatkan es balok untuk mengawetkan ikan dalam hasil tangkapan laut. Hal itu, lantaran pabrik yang memproduksi es balok saat ini masih belum mencukupi kebutuhan es balok untuk para nelayan.

Dengan begitu, nelayan berharap kepada pemerintah untuk membangun pabrik es berkapasitas besar agar produksi nelayan bisa ditingkatkan dengan kualitas tinggi. (cr1)