POLIKATA

Susahnya Mengalahkan Incumbent

0
×

Susahnya Mengalahkan Incumbent

Sebarkan artikel ini

Oleh : Reviandi

HASIL rilis survei Arah Baru Center (ABC) Sumbar kemarin, membuat jagat perpolitikan Sumbar heboh seabreg-abreg. Tidak hanya di tingkat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar saja, di Pilkada Kabupaten/Kota juga heboh. Bahkan, koran POSMETRO yang menampilkan grafis elektabilitas para calon Bupati dan Wali Kota juga diserbu sampai habis.

Yang menarik adalah, para petahana atau incumbent benar-benar merajai hasil survei. Dari tujuh calon yang masih menjabat sebagai Bupati/Wako, lima di antaranya mendominasi. Di luar dugaan, incumbent Bupati Tanahdatar Irdinansyah Tarmizi “tersalip” oleh Betty Shadiq Pasadigoe dengan persentase 31,7 persen. Sementara Irdinansyah hanya 26,4 persen dan Wabup incumbent Zuldafri Darma 18,1 persen.

Tentunya, hal ini memjadi catatan penting bagi petahana untuk mempertahankan kursinya di pemilihan yang akan berlangsung 23 September 2020. Informasi yang didapat, kondisi kesehatan Bupati yang sering bermasalah membuat mayoritas responden menginginkan istri Bupati Tanahdatar dua periode, Shadiq Pasadigoe itu maju. Sedangkan sang wakil incumbent mungkin dianggap belum mumpuni.

Satu “petahana” lain yang disebut kalah di survei pimpinan Erizal eks Incost ini adalah Pj Bupati Solok Selatan (Solsel) Abdul Rahman dengan 30,7 persen. Mungkin, jabatannya yang belum definitif membuatnya sulit bergerak, pascaditahannya Bupati Solsel Muzni Zakaria oleh KPK karena kasus suap dari PT Dempo-nya M Yamin Kahar.

Abdul Rahman masih berada di bawah bayang-bayang kader Golkar Khariunnas yang dua kali dikalahkan Muzni Zakaria di Pilkada 2010 dan 2015. Khairunnas yang disebut-sebut calon kuat ketua DPD Golkar Sumbar ini mendapatkan angka 35,8 persen, angka yang membuatnya diprediksi akan kembali maju. Sementara di belakangnya menyusul kader Gerindra Armen Syahjohan 19,8 persen.

Sementara yang sangat-sangat mendominasi adalah Sutan Riska, Bupati Dharmasraya, kader PDI Perjuangan. Dia diprediksi akan tetap mempertahankan “wilayah” Jokowi di perbatasan Sumbar. Sutan Riska disebut sudah memiliki modal elektabilitas 63,6 persen dan sepertinya membuatnya leluasa menentukan pasangan. Karena PDI P tak perlu berkoalisi untuk maju.

Bupati Dharmasraya 2010-2015 Adi Gunawan yang kini menjadi kader Golkar masih belum mendapatkan tempat yang baik dari responden ABC Sumbar. Dia masih jauh tertinggal dengan 16,5 persen. Apakah dengan waktu yang singkat ini, Adi akan terus bergerak dan menantang Sutan Riska? Banyak yang meragukan. Di bawahnya ada kader PAN Yosrizal dengan 6,6 persen, dan jagoan Hanura yang juga wakil Bupati incumbent, Amrizal hanya mendapatkan 3,5. Bisa jadi, Sutan Riska tak memiliki lawan berat di Pilkada.

Incumbent yang mendapatkan angka “telak” lainnya adalah Hendrajoni, Bupati Pesisir Selatan (Pessel). Pensiunan perwira Polri ini mendapatkan rating mencapai 62,5 persen. Tentunya, sebagai ketua DPW NasDem Sumbar, tak akan sulit bagi “Da Jon” untuk kembali memimpin. Apalagi Wabup incumbent yang juga kader Gerindra hanya di angka 16,6 persen. Putra mahkota PSI yang sudah mendaftar di sejumlah partai Faldo Maldini di 12,6 persen, serta Ketua DPC Demokrat Pessel Ali Tanjung 3,7 persen.

Petahana Wako Bukittinggi Ramlan Nurmatias juga sangat dominan dengan 41,1 persen. Sebagai calon yang kembali maju dari perseorangan, Ramlan diprediksi hanya akan mendapat lawan dari jagoan Gerindra Herman Syafar dengan 25,5 persen. Di bawahnya bercokol artis nasional David Chalik (5,5), dan Ketua Kadin Bukittinggi Sadri (2,1).
Peta ini diprediksi akan berubah, andai mantan Wako Bukittinggi yang kini anggota DPRD Sumbar dari Gerindra Ismet Amzis kembali maju.

Pembela PDI P lainnya Irfendi Arbi masih terlalu tangguh dengan 40,8 persen di Limapuluh Kota. Hasil ini cukup berbeda dengan prediksi banyak pihak yang menyebut Irfendi akan habis karena terlalu terang-terangan mendukung Jokowi. Hasilnya, suara Jokowi sangat rendah di sana. Di bawah Irfendi sangat jauh perbedaannya. Mereka adalah Rizki Kurniawan 11,9, M Rahmat 8,9 persen, dan Wabup incumbent yang maju dari perseorangan Ferizal Ridwan 4,7 persen.

Incumbent terakhir adalah Bupati Pasbar Yulianto dengan 34,2 persen. Dia adalah wakil Bupati yang naik pascameninggalnya Bupati Pasbar dua periode, Syahiran beberapa bulan lalu. Meski baru menjabat, Yulianto cukup mendapat tempat. Dia hanya mendapatkan gangguan dari calon perseorangan, Agus Susanto dengan 20.4 persen. Di bawahnya ada nama mantan Cabup Pasbar 2015 Hamsuardi, Syahnan, Ahdriarsyah, Amora Lubis, Maryanto dan Rommy C dengan angka di bawah 10 persen.

Dari hasil survei itu, hanya ada dua incumbent yang angkanya di bawah calon penantangnya. Di sejumlah Kabupaten/Kota lain, para petahana tak bisa lagi maju karena sudah dua periode, Ali Mukhni Padangpariaman, Indra Catri Agam, Yusuf Lubis Pasaman, Yuswir Arifin Sijunjung, dan Gusmal Kabupaten Solok. Sementara Zul Elfian memilih tak lagi maju di Kota Solok, tapi naik kelas ke Pilgub Sumbar. Atau, dia akan bertarung di Pemilihan Bupati Solok. Tentunya, para wakil yang akan berpotensi naik kelas.

Dari angka-angka itu memang terlihat, para incumbent memiliki peluang menang lebih tinggi di banding para penantang, atau wakil yang saat ini mendampinginya. Karena waktu masih panjang, tentu semua masih bisa berubah. Karena menurut ABC Sumbar, konsistensi pemilih hanya 40 persen. Masih ada 60 persen pemilih yang dengan mudah akan mengalihkan pilihan saat Pilkada nanti. Jadi, tetap rawat konstituen jika tak ingin tergelincir. (Wartawan Utama)