PASAMAN, METRO
Selain persoalan infrastruktur yang menjadi keluhan masyarakat dibeberapa Kecamatan di Pasaman Khususnya daerah terisolir, ternyata sejumlah nagari terpencil di Kabupaten Pasaman juga masih tertinggal dalam hal akses jaringan telekomunikasi. Ada tujuh nagari di lima kecamatan belum tersentuh signal selular dan internet yaini Kecamatan Mapattunggul, Mapattunggul Selatan, Rao Utara, Bonjol, dan Dua Koto.
Setidaknya hal itu terungkap saat DPRD Pasaman bersama Dinas Kominfo Kabupaten Pasaman bersama Pemkab Pasaman menggelar koordinasi dan konsultasi ke BAKTI Kementrian Kominfo (Kemkominfo RI) di Jakarta, Pada Jum’at (28/2) kemarin.
“Maksud kedatangan DPRD Pasaman dan Pemkab Pasaman ke BAKTI Kominfo RI untuk melakukan koordinasi dan konsultasi terkait dengan penyediaan sarana dan prasarana Telekomunikasi bagi daerah yang belum mendapatkan signal HP atau GSM (daerah blankspot),” Hal itu dikatakan Ketua Rombongan, Yulisman saat dihubungi Minggu (1/3) kemarin.
Selain dirinya, rombongan DPRD Pasaman itu terdiri Aripatana dari Fraksi PAN, Rudi Apriasi, Ristawadi, Muliadi, Nello Prihardi dari Fraksi Demokrat. Kemudian didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Pasaman, William Hutabarat serta Kabid Teknologi Informasi dan e Goverment Nurhaqqi.
“Kami sebagai wakil rakyat sangat perlu memperjuangankan daerah-daerah yang masih belum bisa mengakses jaringan telekomunikasi diwilayah Pasaman. Itulah yang mendasari kami untuk melakukan konsultasi dan koordinasi ke BAKTI Ini,” jelas Yulisman.
Ia berharap, kunjungan mereka ke Kementerian Komunikasi dan Informatika itu dapat mendorong penyediaan jaringan telekomunikasi di daerah terpencil itu secepatnya.
Dijelaskan Yulisman, ada sejumlah kecamatan dan puluhan jorong yang belum tersentuh jaringan selular hingga kini. Diantranya Kecamatan Mapattunggul, Mapattunggul Selatan, Rao Utara, Bonjol, dan Dua Koto.
“Persoalan ini PR besar bagi kita semua, terkhusus Pemkab Pasaman untuk segera dituntaskan dan ini harapan masyarakat sejak lama,” katanya. (cr6)





