AZIZ CHAN, METRO
Sebanyak 12.198 siswa kelas IX SMP di Kota Padang akan mengikuti simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK), Senin (2/3). Sementara itu, siswa yang ujiannya secara manual atau Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) tidak melaksanakan simulasi ini.
Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Padang, Syafrizal Syair mengatakan, untuk siswa yang ujian manual atau UNKP, hanya tinggal melaksanakan ujian saja di sekolah masing-masing nantinya.
Menurut Syafrizal, mekanisme dari simulasi UNBK ini di serahkan pada sekolah yang menyelenggarakan. Disdik hanya menerima laporan hasil dari pelaksanaan. “Ya, Standar Operasional Prosedur (SOP) kita serahkan pada pihak sekolah yang ada,” ujar mantan kepala SMPN 7 Padang ini, Minggu (1/3).
Ia menambahkan, jumlah siswa yang mengikuti simulasi UNBK untuk SMP negeri sebanyak 8.414 dengan sekolah penyelenggara 41. Sedangkan SMP Swasta 3.784 peserta dengan 52 sekolah penyelenggara.
“Total yang ikut simulasi UNBK adalah 12.198 peserta SMP negeri/swasta, sementara jumlah penyelenggara 93 SMP negeri/swasta,” ucapnya.
Ia meminta kepada pihak sekolah untuk mengawasi jalannya proses simulasi serta memastikan peserta ikut dalam kegiatan ini. Sebab simulasi susulan tak ada digelar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi meminta kepada pihak sekolah agar melaksanakan simulasi sesuai aturan yang diberikan dan tuntun peserta dengan baik. Supaya siap mental dalam mengikuti UNBK pada April 2020 mendatang ada dan tak ada keraguan dari siswa.
“Dan kepada peserta, mari ikuti tahapan tersebut dengan serius dan jangan ceroboh dalam menjalani. Supaya tak terjadi kesalahan serta mendapatkan hasil yang memuaskan,” ucap mantan kepala BKPSDM Kota Padang ini.
Kepala SMPN 26 Kota Padang, Reflijon mengatakan pelaksanaan simulasi akan digelar selama dua hari yakni Senin-Selasa (2-3/3). Mata ujian yang diujikan antara lain Matematika dan Bahasa Inggris.
“Dalam sehari, ujian satu mata ujian dengan 3 sesi dan jumlah ruangan 3,” paparnya.
Ia mengimbau kepada para orangtua untuk mempersiapkan kebutuhan anak dalam hal ini serta mengontrol waktu bermain. Jangan biarkan mereka main gadget serta bebankan pekerjaan rumah. Namun suruh belajar, agar simulasi ujian didapat dan kegugupan tak dialaminya.
Kepala SMP N 1 Padang, Hakim mengatakan persiapan pelaksanaan simulasi di sekolah itu sudah matang dengan peserta berjumlah 256 anak. Untuk pengawasan dalam satu ruangan ada dua majelis guru dan tata tertib bagi peserta telah dibuat. “Sesi pertama masuk 07.00 – 09.00 WIB. Ujian 3 sesi,” sebutnya.
Sekretaris Komisi IV DPRD Padang, Faisal Nasir meminta kepada Disdik agar mempersiapkan kebutuhan dalam pelaksanaan simulasi serta menekankan pada pihak sekolah menyelenggarakannya sesuai SOP. (ade)





