PDG.PARIAMAN, METRO
Hampir semua Walinagari se Kabupaten Padangpariaman hingga kini mengeluh, karena telah dua bulan biaya operasional kantor tidak kunjung terealisasi. Padahal setiap bulan masing-masing kantor walinagari se Kabupaten Padangpariaman yang berjumlah 103 nagari banyak yang harus dibayarkan untuk operasional.
“Sayangnya, biaya operasional kantor tidak cair dari pihak terkait di Pemkab Padangpariaman. kalau seperti ini tentu bisa bisa kantor walinagari tutup,” kata Walinagari Pauhkambar Muhammad Nur, kemarin.
Kenapa tidak katanya, honor para staf walinagari, bayar listrik, waifi dan jenis lainnya untuk operasional kantor. Tapi telah hampir dua bulan berjalan tidak juga jelas ujung pangkalnya.
“Kita meminta kepada pihak terkait seperti Dinas Pemasyarakat Masyarakat Desa (DPMD) untuk segera mencairkan dana nagari ini,” ungkapnya.
Katanya, setiap hari kantor walinagari ini melayani masyarakat dari berbagai kalangan, namun biaya operasional kantor telah hampir habis bulan dua belum juga jelas.
Dia katanya, sebagai walinagari Pauhkambar sangat mempertanyakan, karena sampai sekarang untuk biaya operasional memakai biaya pribadi.
“Kalau sampai tiga bulan tidak juga cair tentu kita dengan sangat terpaksa menutup operasional kantor nagari atau menutup kantor ini,” tegas Muhammad Nur.
Terpisah Kepala DPMD Erman menyatakan evaluasi bahan tentang dana nagari telah selesai dilakukan dinasnya.
“Kalau tidak ada halangan Selasa depan dana operasional kantor masing-masing segera dicairkan. Sebab, pencairan dana nagari ada ditangan Dinas Pengeloaan Keuangan Daerah (DPKD). Kita DPMD hanya melakukan pemeriksaan bahan masing-masing nagari dan sekarang semuanya telah selesai,” tandasnya mengakhiri. (efa)





