PADANG, METRO
Event Organizer Langgam.id menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama PT Hutama Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur, PT Semen Padang dan PT Kunango Jantan di Hotel Inna Muara Padang, terkait menemukan solusi upaya percepatan pembangunan tol Padang-Pekanbaru yang saat ini masih terkendala penyelesaiannya. Kamis (27/2),
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menjadi pembicara dalam acara tersebut bersama dengan Komisaris PT Hutama Karya Wahyu Muryadi, Kabag Kermas Ops Polda Sumbar AKBP Hardeny. Acara dipandu oleh akademisi dari UIN Imam Bonjol Padang Dr. Abdullah Khusairi, MA.
Selain itu turut hadir Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Direktur Utama Semen Padang Yosviandri, pakar hukum agraria Kurnia Warman, Pimpro Hutama Karya Ramos Pardede. Juga dari Kunango Jantan, Hipmi serta masyarakat dari Padang Pariaman, Lima Puluh Kota serta Walinagarinya.
Wagub Nasrul Abit mengungkapkan, masalah jalan tol Padang –Pekanbaru harus selesai. Jika tidak, tak ada lagi harapan Sumbar memiliki jalan tol.
“Mari kita berkepala dingin agar jalan tol ini selesai. Musyawarah Mufakat menjadi acuan penyelesaian” ucapnya.
Sementara AKBP Hardeny menyebutkan bahwa tol ini seharusnya sudah aktif tahun 2020. Di Minang tidak ada benang kusut yang tak bisa dibenahi.
Polda Sumbar mendukung sepenuhnya. Pada dasarnya semua pembangunan ada positif dan negatifnya. “Semoga semua berjalan dengan baik,” harapnya.
Komisaris Hutama Karya, Wahyu Muryadi mengatakan, apa yang terjadi tidak boleh lagi terjadi selanjutnya. Kontradiksi tidak perlu terjadi terjadi. “Segala sesuatu yang terkait dengan Hutama Karya akan diselesaikan dengan sebaik-baiknya” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, mengatakan, win win solution yang kita cari. Pemprov memfasilitasi. Kalau di 2024 tol ini tidak selesai maka tidak akan ada harapan Sumbar memiliki jalan tol.
Katanya, perlu seni komunikasi untuk menyelesaikan permasalahan tanah. Kabupaten Padang pariaman sifatnya memediasi dalam rangka melancarkan. Karena ada Mis Komunikasi, jadi libatkan yang dibawah. Seperti wali nagari, niniak mamak, masyarakat.
“Ajak mereka berkomunikasi. Orang minangkabau itu akan marah kalau mereka terkecoh. Lkaam, Kadin, KAN mari duduk sama sama duduk menyelesaikan permasalahan ini,” himbau wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur.
Selanjutnya Dirut Semen Padang Yosviandri juga menyampaikan, penyelesaian pembangunan tol Padang-Pekanbaru sangat mulia. Sebab dengan adanya tol ini dapat meningkatkan perekonomian dan mengurangi angka kecelakaan.
“Sopir truk adalah pahlawan ekonomi. Jadi jalan tol ini mulia. Lebih nyaman, lebih cepat. Truk pengangkutnya bisa lebih besar. Sehingga harga produk bisa turun,” ulasnya.
Selain itu, kata Yosviandri truk bisa cepat balik dan para sopir dapat kembali berkumpul dengan keluarga. Dibandingkan dengan ketika jalan yg berkelok kelok,” paparnya. (jes)





