PDG.PARIAMAN, METRO
Kadis Kesehatan Pemkab Padangpariaman, Yutiardi Rivai menyatakan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan yang diterima pihak Pemkab Padangpariaman pada tahun ini jauh lebih meningkat dibanding tahun 2019 lalu.
“Tahun ini DAK bidang kesehatan yang dikucurkan pemerintah pusat untuk pemerintah Kabupaten Padangpariaman berkisar Rp.47 miliar. Atau jauh meningkat dibanding DAK tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp.32 miliar,” kata Kadis Kesehatan Pemkab Padangpariaman, Yutiardi Rivai, kemarin.
Katanya, memang diakui DAK yang diterima pada tahun ini boleh dikatakan yang terbesar dibanding DAK tahun-tahun sebelumnya.
Karena itulah Yutiardi mengaku pihaknya tentunya dituntut agar bisa lebih berhati-hati, agar penggunaan DAK dimaksud nantinya bisa sesuai dengan peruntukan yang yang telah ditetapkan.
Seperti diketahui sebut Yutiardi, DAK sebanyak itu nantinya akan dimanfaatkan untuk bidang fisik dan non fisik, yang dimaksudkan untuk lebih mendorong percepatan pembangunan bidang kesehatan yang ada di daerah Kabupaten Padangpariaman.
“Makanya DAK tersebut nantinya antara lain akan dimanfaatkan untuk keperluan rehab dua puskesmas, masing-masing puskesmas Gasan Gadang dan puskesmas Ulakan. Begitu pula untuk pengadaan sebanyak 25 unit kendaraan roda dua, untuk menunjang tugas petugas kesehatan di lapangan.
Kebutuhan lainnya yaitu pengadaan instalasi saluran air limbah untuk tujuh puskesmas yang tersebar di Kabupaten Padangpariaman.
Seperti diketahui tambah Yutiardi, pemerintah pusat sengaja mengucurkan dana DAK dimaksud dalam rangka untuk mendorong proses percepatan pembangunan bidang kesehatan di daerah, termasuk di Kabupaten Padangpariaman. Khususnya yang tidak teranggarkan oleh pemerintah daerah.
Adapun berapa jumlah besaran dana DAK yang disalurkan tentunya tidaklah turun begitu saja, melainkan telah melalui proses hitung-hitungan yang jelas dan terukur, sebagaimana argumentasi yang diajukan pihaknya sebelumnya.
“Alhamdulillah saat ini DAK tersebut bahkan telah ditetapkan dalam DPA, tinggal lagi ke depan bagaimana kita bisa memanfaatkannya seoptimal mungkin, sehingga dampaknya bisa lebih memacu percepatan pembangunan bidang kesehatan di daerah kita Padangpariaman ini,” imbuhnya.
Sebelumnya, pihaknya sebut Yutiardi mengajukan dana DAK sekitar seratusan miliar lebih, namun akhirnya yang bisa terealisasi berkisar Rp.42 miliar.
“Tapi harus diakui bagi Padangpariaman dana sebanyak itu sudah terbilang cukup besar, tinggal lagi bagaimana kita bisa memanfaatkannya dengan baik, “tegasnya.
Menyinggung tentang program prioritas jajaran Dinas Kesehatan Padangpariaman sendiri, menurut mantan Kadis Kesehatan Kota Pariaman ini, pada tahun ini pihaknya akan fokus menghadapi proses re-akreditasi 8 puskesmas yang ada di Padangpariaman.
Sebagaimana diketahui, tahun lalu sebutnya, satu puskesmas di Kabupaten Padangpariaman tercatat berhasil meraih predikat paripurna, yaitu puskesmas Lubuk Alung.
“Makanya harapan kita tentunya tahun ini hendaknya semua puskesmas yang akan menjalani proses reakreditasi tersebut juga bisalah hendaknya meraih predikat paripurna. Itu adalah salah satu mimpi kita saat ini. Karena kalau bicara peluang, sebenarnya peluang untuk itu cukup terbuka,” terangnya.
Diakuinya, berbagai pencapaian yang diraih jajaran Dinas Kesehatan Padangpariaman selama ini tentunya tidak terlepas dari dorongan dan support dari kepala daerah, yaitu Bupati Padangpariaman selaku penanggungjawab utama pembangunan bidang kesehatan di daerah, khususnya di daerah Kabupaten Padangpariaman. (efa)





