AIAPACAH, METRO
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang, Editiwarman menyebutkan, total PNS Pemko Padang yang pensiun pada 2020 ini mencapai 600 orang. Jumlah itu terpaut jauh dari penerimaan PNS yang hanya 375 orang.
Akibatnya, saat ini Pemko Padang mengalami krisis PNS hingga 4.000 orang lebih. Selain itu, saat ini ada 145 posisi pejabat eselon II, III dan IV yang kosong karena tak ada orang lagi.
“Kita masih kekurangan PNS lebih dari 4.000 orang. Untuk tahun ini cuma 375 kuota yang kita terima,” sebut Editiwarman di Media Center Balai Kota Padang, Rabu (26/2).
Ia menambahkan, hampir semua OPD di Pemko Padang saat ini mengalami kekurangan pegawai. Contohnya saja BPKPSDM sendiri, hingga kini masih kekurangan sekitar 25 orang pegawai lagi. Kekurangan yang signifikan juga dialami di kelurahan dan kecamatan.
Akibat kekurangan pegawai ini terang Editiawarman, pelaksanaan pelayanan pada masyarakat terpaksa hanya memaksimalkan ASN yang ada saja.
“Itulah tugas kita. Bagaimana bisa memanfaatkan dan memberdayakan ASN yang untuk memaksimalkan pelayanan. Karena kekurangan ASN kita mencapai 4.000 orang lebih” sebut Editiawarman.
Ia menyebutkan, saat ini total PNS Pemko Padang adalah 9.260 orang. Angka itu sudah termasuk dengan jumlah guru.
Sebelumnya, Pemko Padang telah melaksanakan tes CPNS pada 6-7 Februari lalu di Universitas Putra Indonesia (UPI). Jumlah peserta ujian tes CPNS mencapai 2.900 orang. Pada saat pendaftaran, jumlah peserta yang mendaftar adalah sekitar 4.000 orang.
Tahun ini pendaftaran dilakukan melalui sistem online, yang dapat akses di website https://sscasn.bkn.go.id. Ada 375 formasi untuk Kota Padang. Terdiri dari 23 tenaga kesehatan, 240 tenaga pendidikan dan 111 tenaga teknis.
Sementara itu, setelah tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), pelamar yang lulus akan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada Maret 2020. (tin)





