METRO PADANG

Bantu Tangani Kemiskinan, Pegiat Sosial Diharapkan jadi Ujung Tombak

1
×

Bantu Tangani Kemiskinan, Pegiat Sosial Diharapkan jadi Ujung Tombak

Sebarkan artikel ini

KHATIB, METRO
Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan organisasi sosial masyarakat lainnya diharapkan bisa menjadi ujung tombak pemerintah dalam membantu menangani kemiskinan. Untuk itu, eksistensi pilar-pilar sosial tersebut dalam memberikan dukungan dan kontribusi nyata kepada masyarakat harus selalu ditingkatkan.

“Pemerintah daerah memiliki keterbatasan. Karena itu, peran pegiat sosial diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam mensejahterakan masyarakat,” kata Asisten II Setko Padang, Hermen Peri saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas pilar-pilar sosial di Gedung LKKS Sumbar, (24/2).

Dia menjelaskan, pelatihan ini dilaksanakan untuk mengetahui fungsi dan peran dari masing-masing organisasi dan potensi-potensi apa yang dapat dikembangkan. Lalu kebijakan apa yang dapat diambil oleh pemerintah daerah tentang kesejahteraan sosial.

Baca Juga  Yefri Heriani (Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar), Sebelum Pemecatan Seharusnya Ada SP 1, 2, 3

“Saya berharap pelatihan ini dapat memberi manfaat kepada semua pihak terkait,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kota Padang, Yoserizal mengatakan, keberadaan pilar-pilar sosial sangat penting dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan. “Karena itu, perlu adanya peningkatan kapasitas bagi pilar-pilar sosial ini,” ujarnya.

Dia mencontohkan keberadaan Karang Taruna diharapkan semakin matang dalam melakukan pembinaan terhadap generasi muda. Begitu juga TKSK, dapat melak sanakan tugas-tugas pelayanan dan penanganan masalah sosial di tingkat kecamatan. Selain itu, TKSK juga dapat membantu pemerintah kecamatan untuk mengumpulkan data-data penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan data potensi dan sumber kesejahteraan sosial.

Baca Juga  Ada yang Jualan Tuak di Dekat SMPN 17 Padang

Selanjutnya terang Yoserizal, organisasi sosial diharapkan sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. “Kita berharap, para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, sehingga ilmu yang diberikan dapat diserap dan diaplikasikan di lapangan. Dengan begitu, mereka makin profesional dalam menjalankan organisasi,” harapnya. (tin)