PADANG, METRO
Semen Padang FC dijadwalkan menggelar dua pertandingan uji coba dalam rangkaian pemusatan latihan di Bogor, Jawa Barat dan Yogyakarta. Hal tersebut dilakukan guna mematangkan persiapam tim Semen Padang jelang hadapi musim 2020 di Liga 2 Indonesia. Menurut CEO Semen Padang, Hasfi Rafiq tim sudah meninggalkan Kota Padang, Selasa, (25/2), Pelatih Eduardo Almeida membawa 25 pemain untuk menjalani pemusatan latihan.
Hal tersebut dilakukan sebagai rangkaian dari latihan terpusat yang digelar selama tiga minggu di Lapangan Mess Indarung. Dia berharap pemusatan latihan di luar Padang ini bisa meningkatkan kemampuan punggawa tim yang berjuluk Kabau Sirah tersebut.
“Melalui pemusatan latihan ini, kami berharap pemain semakin solid dan mampu beradaptasi dengan tim. Selain itu, pemusatan latihan bisa meningkatkan kemampuan pemain, baik secara individu maupun sebagai tim,” kata Hasfi Rafiq. Selama pemusatan latihan di dua kota itu, Hasfi mengatakan Semen Padang dijadwalkan melakukan laga uji coba. Mereka menghadapi sesama tim Liga 2 Badak Lampung FC di Bogor.
Badak Lampung sendiri bernasib sama dengan Semen Padang. Kedua tim sesama eks Liga 1 2019 yang terdegradasi musim lalu. Sedangkan satu tim lagi yang turun kasta, yaitu Kalteng Putra. Tim itu hanya bertahan satu musim di kasta tertinggi. “Tim dijadwalkan menghadapi Badak Lampung di Bogor, Rabu (26/2). Jadi kami langsung beruji coba dalam pemusatan latihan itu,” katanya.
Dari Bogor, selang sehari kemudian atau Kamis, (27/2), Kabau Sirah bertolak menuju Kota Yogyakarta. Di kota pelajar, tim asuhan Almeida melaksanakan pemusatan latihan selama beberapa hari “Kami juga merencanakan uji coba berikutnya sebelum Liga 2 bergulir. Hanya kami masih menunggu siapa yang menjadi lawan kami di Yogyakarta,” tuturnya.
Sebelumnya, Semen Padang sempat merencanakan uji coba melawan tim promosi Persiraja Banda Aceh. Namun uji coba yang dijadwalkan digelar di Padang, Minggu, (23/2) batal karena ada kendala teknis.
Kemudian, saat disinggung terkait status Yu-Hyun Ko, Hasfi Rafiq mengatakan ia sudah memiliki syarat yang lengkap untuk mengurus naturalisasi dirinya. Surat dari negara asalnya Korea Selatan juga sudah keluar. “Yu kemaren nunggu naturalisasi, minggu lalu surat keluar dari Korea Selatan sudah sampai ke Indonesia, tapi di kementerian masih menunggu itu,” katanya. Dia berharap agar proses naturalisasi Yu segera selesai sebelum proses pendaftaran pemain ditutup untuk menghadapi Liga 2 2020. (heu)





